Selamat datang, amakanie..!

"Suara dari Gunung Esbatu"

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 27 Februari 2023

11 WARGA SIPIL WAMENA TERTEMBAK

Prosesi pemakaman 11 jenazah korban meninggal di Wamena 

ESBATU Papua  - Dipastikan 10 orang tewas dalam korban rusuh isu penculikan di Sinakma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Pegunungan Papua, pada kamis (23/2/2023).

Sedangkan korban luka parah dalam kejadian tersebut berjumlah 18 orang.

Kepolisian Jayawijaya melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 9 orang. Akan tetapi pada Jumat (24/2/2023) yang lalu, satu korban yang dilarikan ke rumah sakit telah dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah korban tewas dalam insiden di Wamena menjadi 10 orang. Demikian dikutip dari kompas.com. 

Namun di media lain dinyatakan korban tewas sebanyak 11 orang. Artinya sumber informasi terkait insiden di Wamena masih belum disatukan informasinya. Terdapat dua versi informasi.

DPR Papua menyatakan: Pelaku harus dicopot dan diproses hukum.

Seorang anggota DPR Papua tampil di hadapan ribuan warga Wamena bahwa pelaku penembakan 11 korban tewas harus diproses hukum dan dicopot dari jabatan sebagai Kapolres Jayawijaya. "Kapolres Jayawijaya Wamena, jabatannya harus dicopot dan harus diproses hukum", tegasnya .

"Korban itu 10 orang (tewas), delapan dari masyarakat asli Papua dan dua dari pendatang. Ada juga korban luka-luka dari aparat 18 orang", jelas Irjen Mathius D Fakhiri di Mimika, Jumat, sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com, Sabtu ( 25/2/2023).

Menurut Fakhiri, personel di lapangan terpaksa melepaskan tembakan ke arah massa karena melakukan aksi pembakaran dan penyerangan ke aparat. Hal itu menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka.

“Ada 16 kena batu dan dua orang kena panah, salah satunya perwira polisi,” ujar Fakhiri.

Fakhiri mengatakan, saat ini pikinya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Kepolisian masih melakukan penyelidikan .


Sumber: kompas.com

Share:

Jumat, 24 Februari 2023

MENGENAL KOPI ARABIKA JAWAILA INTAN JAYA PAPUA TENGAH

KOPI ARABIKA  JAWAILA INTAN JAYA
PAPUA TENGAH INDONESIA

Kopi Arabika Jawaila Intan Jaya

ESBATU Papua |
Nabire – Kopi merupakan minuman sehari-hari sebagian besar orang di muka bumi ini. Petensi alam terutama budidaya kopi perlu ditingkatkan sebagai salah satu sumber pendapatan bisnis. Intan Jaya dikenal tidak hanya dengan adanya isu Emas Blok Wabu atau Konflik keamanan namun ada banyak potensi alamnya. Salah satunya Kopi Jawaila Intan Jaya yang belakangan ini sedang dipromosi oleh seorang anak muda Intan Jaya, Fren Sondegau (23/02/2023).

Dahulu, para misionaris Katolik membina umatnya untuk mengembangkan potensi alam Intan Jaya dengan mengajari umatnya untuk membudidayakan kopi, pertanian, kegiatan PKK dan lainnya terlepas dari tujuan utamanya mewartakan Injil Kristus Yesus. Setelah para misionari tersebut meninggalkan daerah penginjilan Intan Jaya, umat mereka tidak merawat lagi potensi yang telah diajarkan oleh misionaris.


Akhirnya muncullah seorang putra Intan Jaya Fren Sondegau dengan inisiatif sendiri untuk mengembangkan potensi kopi yang tida terawat lagi di wilayah Intan Jaya. “Sayangnya dengan usaha orang tua yang sudah menanam kopi tapi tidak rawat baik, khusunya di Bilai sehingga saya mau melanjutkan dengan inisiatif sendiri. Walaupun saya tidak tahu banyak tentang perawatan, proses pramentasi, pengolahan sampai pada tingkat siap dinikmati, saya mau mecoba sambil belajar. Agar kopi asli Intan Jaya ini (Jawaila) bisa menjadi salah satu kopi khas Intan Jaya”, kata Fren (19/02/2023).


“Saya ke Intan Jaya dengan mengendarai motor melalui Paniai. Walaupun jalan yang tidak pantas untuk dilalui dengan kendaraan beroda dua tetapi dengan kemauan dan tekad yang kuat, saya mampu melewatinya. Taruhan nyawa jika kita tidak hati-hati dalam perjalanan karena saya melewati sambil menyaksikan keadaan jalan trans yang terjal, longsor, bancir dan kita tahu medannya sangat rusak parah”, lanjutnya. Jalan trans Papua dari Kabupaten Paniai menuju Kabupaten Intan Jaya tersebut sangat memprihatinkan.


Belajar olah Kopi Intan Jaya
bersama Mas Jawa Nabire

Kemauannya sangat besar untuk terjun ke dunia usaha kopi. Dia sangat terbuka hati untuk menerima masukan, saran, kritik, dan bagi pengalaman dari siapa saja. Karena menurutnya, semua itu merupakan pembelajaran untuknya demi memperkaya diri tentang kopi. “Saya sangat bersyukur, jika ada yang membantu berbagi pengalamannya tentang mengolah kopi dengan baik dan benar. Karena itu saya bersyukur saat ini tanpa dugaan, saya bertemu Mas Jawa yang baik hati untuk membagikan ilmunya kepada saya di Jalan Medan, Nabire Papua Tengah (22/02/2023)”, syukuri Fren.


Mereka berbagi pengalaman dambil mengajari Fren cara yang baik dan benar mengolah kopi, yaitu sejak kopi ditanam, dirawat, dikuliti, dipermentasi, digoreng, digiling, disimpan hingga disajikan untuk dinikmati. Ternyata, banyak peminat kopi di nusantara ini yang sudah mulai melirik Kopi Jawaila Intan Jaya dengan berkat promosi melalui media sosial. *Kopi Khas Intan Jaya.

Lihat video Youtube di bawah ini!

Olah Kopi Asli Intan Jaya Papua Tengah "Jawaila" bersama Mas Jawa


Kopi☕ Asli Intan Jaya Papua Tengah, Paling Enak 2023


Share:

Selasa, 21 Februari 2023

Uskup Pertama Putra Asli Papua - Mgr. Yanuarius Teopilus Matopai You, Pr

 STOP KEKERAN-STOP DISKRIMINASI

Uskup Pertama Putra Asli Papua - Mgr. Yanuarius Teopilus Matopai You, Pr

Pemberkatan seusai Perayaan Ekaristi Kudus 12 Februaru 2023
Share:

Sabtu, 02 Juli 2022

OJEK INTAN JAYA: Melayani Jenazah

                                                            Foto Tukang Ojek Intan Jaya bersama Jenazah Pdt. Sepanus Tapani. foto: dok.istimewa

Adalah sesuatu yang patut dibanggakan, tukang ojek memboncengi mayat. Yang tampak pada foto di atas adalah seorang pengojek yang memboncengi jenazah Pdt. Sepanus Tapani asal Kabupaten Intan Jaya Papua. 

Sebelumnya jenazah tersebut dikirim dari Kabupaten Mimika, di Timika ke Bandara Udara Bilorai Sugapa. Dari Sugapa ke kampung halamannya bagian muara Intan Jaya dengan kendaraan roda dua. 

Hal yang patut dibanggakan atas kejadian tersebut ialah pengojek Intan Jaya mampu menguasai medan transportasi yang sangat jelek, namun bisa membawa jenazah menggunakan motor. Pengojek Intan Jaya mampu melayani orang yang hidup maupun yang sudah meninggal.

Kerja keras yang luar biasa.
Sugapa, 2022

Share:

Selasa, 21 Juni 2022

SAHABATKU "PACE" (Surat berpenah Pilu)



“Suaraku tak asing di telinggamu; suaramu juga tak asing di telinggaku. Selalu bersama dalam siang dan malam tapi Om Aldo sangat minta ‘maaf’, kita tidak saling tahu apa yang kita rasakan. Akhirnya, itu yang bisa memisahkan kita; tercipta tembok pemisah (Jurang Maut) antara Kau dan Aku untuk selamanya. Maafkan aku Pace – Sahabatku Tercinta; Temanku Tersayang – Om Aldo berjuang untuk neo-Pace. Semoga arwahmu tidur dengan tenang dalam pelukan Ibu Maha Ibu.”


PACE lahir 26 Agustus 2014. Tepat pukul 12:00 WPB, pada hari Kamis bertanggal 20 November 2014, sahabatku tercinta “PACE” menghembuskan nafas terakhir di rumah kami – Di atas kasur – Migani Nduni-Bukit Yakonde pada usia 87 hari (2 bulan 26 hari). Terbawa oleh harapan yang suram akibat kepergian sahabatku tersayang, “PACE”, maka saya mengenangkan dia dalam lembaran ini dan akan ada peringatan terhadap “PACE” Tercinta. Tiada lagi suara manja-mu, tak kedengaran lagi teriakan ajak bermain yang “PACE” – Sang Sahabatku yang Polos – lagukan kala bertolak lebih, dalam malam. Tidak terlihat lagi tubuh mungil-mu yang unik pada gerakan ekor pendekmu. Keunikanmu itulah menarik perhatian banyak teman.

Tak hanya itu, kau juga menjadi yang terdepan bagi teman-temanmu walau kadang kamu harus menerima kekalahan. Om Aldo selalu menjadi perawat kala kau harus menjadi pasien akibat pertempuran mempertahankan gengsi antara teman-temanmu. Pace selalu mengikuti apa yang Om Aldo mau. Ketika Om Aldo teriak “Pace…Paceee!!!” dari kejauhan, kau selalu membalas teriakan dengan suara merdumu yang khas. Mendengar suara tuanmu, kaulah yang terdepan menyambutnya, bagai ajudan setiaku. Kegembiraanmu membawa suasana gembira bagi teman-temanmu dan penghuni “Migani Nduni” terkhusus untuk Om Aldo. Terbayang dirimu malam ini. makanan sisamu masih tertinggal sayang sahabatku. Mengharapkan kau habisi dulu tapi tiada muka, hanya tinggal nama, “PACE”.


Riwayat Hidup dan Kronologis Kepergian Sahabatku Tercinta, “PACE”

Sahabatku tercinta yang bernama “PACE” lahir pada Selasa, 26 Agustus 2014, malam di rumah “Migani Nduni”. Satu minggu setelah kelahirannya – 03 September 2014 – Om Aldo berbisik di telingganya, “Namamu PACE”. Dengan demikian dia dipanggil “PACE” dengan resmi sebagai nama dirinya. Dalam perjalanan waktu, PACE bertumbuh besar menjadi anak pintar dan anak baik. Tepat pada Senin, 17 November 2014, PACE mendapat sakit. Sakitnya muntah-muntah berbusa, tidak mau makan dan minum. Badannya mulai turun. Walaupun ia sakit tapi keberpihakannya pada kehendak Om Aldo sangat tinggi. Namun selama PACE sakit, ia tidak membalas teriakan memanggil namanya. Malah dia menjauh dari saya. Saya menjadi sedih dan berusaha untuk membantu kesehatannya.

Om Ben membantu saya untuk mencari obat pada Rabu 19 November 2014 dan malamnya saya memberi makan tapi tidak mau makan. Karena pada malam itu ia tidak makan maka saya turun ke kios untuk beli susu dan memberi dia minum tapi tidak mau pula. Kasih makanan enak pun tidak bisa dimakannya. Akhirnya, saya memberi minum obat cacing. Satu pil saya minum dan satunya dibagi dua. Setengahnya itu saya campur dengan air hangat dan memberi minum pada PACE. Tak lama kemudian dia muntah obat itu. Saat tidur seperti biasanya bahwa tidur di kamar. Sejak sakit itu ia tidur di kamar sebelahnya. Biasanya dia tidur dekat kaki Om Aldo.

Sejak 17-20 November 2014, PACE terbaring di atas pangkuan penderitaan. Dia sakit kurang-lebih lima hari. Pada 20 November 2014 saya ke kampus dan dia terbaring sakit di kamar. Ketika jam istirahat datang lihat, PACE masih terbaring. Setelah mengikuti mata kuliah Agama Islam, saya tidak langsung ke kamar saya, tapi saya ke saudara Samuel B. dan sampai waktunya untuk makan, maka saya pergi ke kamar makan. Seperti biasa bahwa makanan untuk PACE saya sediakan yang cukup enak. Sesampai di depan kamar “Migani Nduni” – PACE dan Om Aldo punya kamar – saya teriakin “PACE…PACEE…!!!” Tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa ada PACE. Saya masuk ke dalam kamar dan melihat Sahabatku Tercinta; Teman Tersayang; Anak Termanis “PACE” sudah tak berdaya di atas kami punya kasur. PACE tidak memberi salam balasan lagi. Dia sudah menutup mata untuk selamanya. PACE tidak bisa bermain dengan Om Aldo lagi, tidak bisa melihat Om Aldo lagi. “Selamat jalan Sahabatku Tercinta; Teman Tersayang; Anak Termanis, “PACE”. Semoga arwahmu tidur dengan tenang dalam pelukan Mama segala Mama; Ibu Maha Ibu. Doa Om Aldo mengiringi langkahmu ke sana.

PACE…. Maafkan Om Aldo. Ini semua karena salah Om Aldo.

Om Aldo janji, akan memberi yang terbaik bagi Neo-PACE. Senyum-mu melumatkan amarahku; ria-mu menghanguskan lelahku. Kepergianmu menghancurkanku. TUHAN menyertai kita, “PACE” Tercinta…!!!

By. Om Aldo Sondegau


 

Ucapan terima kasih yang banyak kepada:

-          Om Chiko            - Om Ben             - Om Choki

-          Om Yulko             - Om Kelta           - Kel. Gayabi

-          Kel. Tiga Raja      - Kel. Migani Nduni

-          Dan semua yang telah berkorban demi Anak “PACE” Tercinta.

Share:

Sabtu, 18 Juni 2022

ORANG PAPUA JANGAN MENJUAL TANAH SEMBARANG



Tanah itu Mama

Oleh. Oksianus Bukega

Berhenti jual tanah; stop jual tambang - Mgr. Yohanes

Tanah menurut pandangan orang Papua adalah ibu atau mama yang memberi hidup . Pemikiran ini lahir dari dan karena tanah itu sendiri dipandang sangat hormat dan dihargai sebagai sumber hidup (apa pun telah tersedia dan tersimpan) bagi orang Papua. Karena itu bila ada orang Papua yang menjual tanah secara sembarangan berarti pada saat yang sama dia atau mereka sekaligus menjual ibu/mamanya sendiri. Sebab hak atas tanah adalah hak yang diberikan kewenangan kepada pemegang hak (orang Papua) untuk pengendalian dan/atau memperoleh manfaat dari tanah yang dihakinya. Untuk itu tanah tidak perlu dijual sembarang orang. Orang Papua perlu ingat akan hal ini! Tanah itu hak milik pakai bagi orang Papua.

Orang Papua menjual tanah berarti menjual ibunya pengirim. Namun dari sisi ttanah lain yang memandang ibu itu sudah mulai tidak lagi memandang dengan rasa takut sebagai ibunya. Akhir-akhir ini kita melihat, menyaksikan dan membaca cukup banyak informasi tentang penjualan tanah ini, bahwa banyak orang Papua yang membuka peluang untuk menjual tanahnya. Tindakan orang Papua ini lahir dari situasi "mendesak", yakni karena situasi ekonomi, uang banyak dan faktor lain yang juga menjadi faktor penggerak. Situasi mendesak ini dihubungkan dengan faktor-faktor penggerak tadi. Bila tindakan jual tanah ini terus dikedepankan maka orang Papua lama kelamaan tidak akan memiliki tanah di tanah airnya sendiri. Apa bila hal ini terjadi maka sangat disayangkan dan disayangkan.

Tanah di Papua bukan milik individu tetapi milik komunal/komunitas. Perlu ditekankan di sini bahwa tanah di Papua ini milik komunitas sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan tanah diatur berdasarkan hukum adat. Walaupun ada hukum pemerintah yang mengatur hak kepemilikan tanah. Namun, untuk di Papua terkadang hukum ini tidak berlaku. Realistis saja bahwasanya bila ada orang Papua yang menjual tanah ke orang asing secara individu belum tentu tanah itu selesai dan beres dari segi pembayaran dan kepemilikan sertivikat jual-beli tanah.

Pastilah bahwa penjualan dan pembelian tanah ini tidak menjadi jaminan. Sebab tanah yang dijual secara perseorangan itu bukanlah hanya milik perseorangan karena itu proses selanjutnya akan menimbulkan persoalan. Tidak heran bila akhirnya timbul masalah, karena individu yang bersangkutan yang menjual tanah ini sudah melanggar hukum adat setempat. Oleh karena itu, bila ada individu yang ingin menjual tanah terlebih dahulu perlu mempertimbangkan hukum adat yang berlaku di wilayah atau tempatnya. Dan sebaliknya bila ada orang asing yang ingin membeli tanah perlu mempertimbangkan segala hal yang akan terjadi di kemudian hari.

Kepemilikan tanah di Papua. Dari beberapa sumber informasi dan nama papa yang dipasang di pingiran jalan dan lokasi tertentu dapat ditemukan bahwa ada beberapa pernyataan sikap "Tanah ini milik TNI AL, tanah ini milik pemerintah daerah, tanah ini milik gereja, keluarga ini dan itu dll. Kepemilikan tanah ini menunjukkan bahwa orang Papua sebagai pemilik tanah itu sendiri telah mempraktekan penjualan tanah kepada orang asing sehingga menjadi milik mereka. Ketika tanah ini menjadi milik orang lain maka orang Papua akan menjadi pendatang, orang asing, penonton dan tamu di tanah miliknya sendiri. Jangan sampai hal ini terus berlanjut berlanjut berlanjut berlanjut berlanjut.

 Contoh khasus ada keluarga orang Papua menjual sebidang tanah kepada orang asing. Dan orang asing ini memanfaatkan tanah itu dengan membagun rumah kos-kosan. Akhirnya keluarga yang menjual tanah tadi kembali menyewa salah satu ruang kost untuk langsung hidup mereka. sungguh aneh tapi merupakan suatu kenyataan saat ini di papua. Orang Papua apakah cara praktek ini seeuasi dengan hukum yang berlaku dalam hukum adat dan kebiasaan budayamu atau bukan? Sangat berbahaya "sekali"!

Orang Papua ingat jangan jual tanah sembarangan. Ketika tanah dijual habis maka anak cucuk (generasi) berikut mau tinggal dan hidup di mana lagi. Jangan memberi peluang kepada orang asing untuk berkuasa dan menindas kalian. Sebab ketika ada peluang yang diberikan kepada orang asing maka mereka akan memanfaatkan peluang itu untuk mendominasi dan menciptakan segala sesuatu yang tidak pernah kalian pikirkan sebelumnya. Kemudian lagi peringatan disampaikan moment ini bahwa ORANG PAPUA STOP JUAL TANAH SEMBARANGAN.

Penulis : Oksi Bukega, Pr

Wajah Intan Jaya Papua Tengah (Bioskop bagian Terkecil) 2023

Share:

Definition List

Unordered List

ESBATU Papua! Gubuk Berita | Opini | Hiburan | Kisah ...

Support

gridpost/Papua