Selamat datang, amakanie..!

"Suara dari Gunung Esbatu"

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Suara Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suara Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2019

JANGAN MEMBUNUH KEHIDUPAN DENGAN MENJUAL TANAH


Intan Jaya,
KOMISI Somatua.Januari 2019 belum lama ini, Komunitas Mahasiswa Independen Somatua Intan Jaya mengelar sosialisasi publik tentang "Tanah, Kapitalisme dan Militerisme". Sosialisasi tersebut bermaksud memberikan pemahaman yang benar kepada seluruh masyarakat Kab. Intan Jaya. Ada akibat yang buruk bahkan fatal, apabila pergunakan Tanah (mai) dengan tidak terhormat. Oleh Karena itu KOMISI Somatua menegaskan agar masyarakat Intan Jaya tidak menjual Tanah untuk memenuhi keperluan sementara. Mestinya masyarakat memikirkan kebutuhan yang berkesinambungan. KOMISI berharap Tanah leluhur orang Intan Jaya masih bisa menjadi harta bagi anak cucu di masa yang akan datang. Karena manusia Intan Jaya tidak hidup di masa sekarang saja, tetapi di masa mendatang pula. Masyarakat Intan Jaya bersatu-padu untuk menolak sistem penjualan Tanah. Mereka juga menolak berbagai bentuk kapitalis dan militeris di bumi Intan Jaya. Mereka trauma dengan sikap dan kelakuan aparat keamanan yang kelihatan maupun yang menyamar. Masyarakat membutuhkan pembangunan daerah dan kehidupan. Mereka tidak membutuhkan militerisme dan kapitalisme. Bersama KOMISI Somatua, masyarakat telah bertekat menolak tiga hal tersebut. KOMISI tetap menjadi Pagar bagi Alam dan Manusia Intan Jaya. KOMISI JAYA...! Penasehat KOMISI, Adolpius Sondegau, Es.Batu.

Share:

Sabtu, 03 Maret 2018

Mahasiswa Intan Jaya Se-Indonesia Mempertanyakan Dana Operasional Dari Pemda Intan Jaya Papua

Doc. Mahasiswa IJ, Waena Jayapura
Mohon Perhatian Pemda Intan Jaya

Masalah pendidkan yang kita bicara kalau tanpa SDM pada prinsipnya sia-sia. Terutama dalam mempersiapkan generasi penerus kabupaten maupun provinsi. Berawal dari  pada itu realita yang terjadi di kalangan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam hal ini  (KESRA) dimanakah  tugas dan tangung jawab yang diberikan oleh pemerintah daerah (BUPATI), kepada bapak KESRA kabupaten Intan Jaya sehingga mahasiswa jadi korban.

Dimanakah uang operasional bagi setiap kota study yang pernah pemerintah daerah alokasikan melalui sidang anggaran untuk mahasiswa?

Pertanyaan demi pertanyaan dari setiap mahasiswa selalu hadir, baik secara langsung maupun tak langsung.
Namun dimanakah orang tua mahasiswa, KESRA Intan Jaya???
Kalau kita klasifikan masalah tingkat mahasiswa itu sangat rumit sehingga  perlu sadar diri  terutama dalam tugas yang diberikan pemerintah daerah kepada kabag kesra  selaku penangung jawab terhadap mahasiswa.

Salah satu contoh bahwa kesra tidak bertangung jawab atas mahasiswa adalah dimana sekarang mahasiswa pelajar kota study Jayapura Kabupaten Intan Jaya ( IPMI-J), LAMPU sebagai alat penerangan dicabut karena pembayaran listrik lima bulan belum bayar. Ini aneh tapi nyata karena tanpa lampu mahasiswa tak akan melakukan aktivitas sperti biasa. Apalagi sekarang kuliah pada aktif semua, maka kami mahasiswa kota study Jayapura meminta kepada pihak yang berwenang (KESRA) segera ambil ahli untuk proses permasalahan listrik ini.

Di Jayapura hari Jumat Tgl 02/03/2018
Pihak PLN Datang Memutuskan Meteran Lampu dengan Alasan Bahwa Selama 5 Bulan Belum Bayar Uang Lampu.

Penulis: mahasiswa/I IPMI-J se kota study Jayapura.

Share:

Definition List

Unordered List

ESBATU Papua! Gubuk Berita | Opini | Hiburan | Kisah ...

Support

gridpost/Papua