Selamat datang, amakanie..!

"Suara dari Gunung Esbatu"

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 30 Januari 2018

Getar Rindu Yang Tersisa


Mandala langung...mandala langsung
Teriak kondektur taksi jurusan Abe - terminal Entrop.

Hari sabtu ini ada pertandingaan sepakbola antara Klub Kebanggaan Kota ini Persipura Jayapura melawan salah satu klu sepakbola dari Jawa.
Seperti biasanya bila ada pertandingan sepakbola maka Taksi taksi dari berbagai jurusan diberi kebebasan untuk keluar trayek,langsung menuju lapangan Mandala untuk mempermudah para Penonton yang biasanya sangat banyak dari berbagai Penjuru Kota Jayapura maupun dari Kota kota lain di seluruh Papua.

Seluruh Kota akan terlihat berwarna merah, warna khas Persipura, ketika Persipura bertanding pada hari tersebut.
Begitulah keadaannya, prestasi dan gelar gelar yg melambungkan nama Persipura Jayapura hingga sampai di level Asia membuat masyarakat begitu bangga dengan tim ini, ya bukan saja masyarakat Jayapura, namun seluruh masyarakat Papua merasa ikut memiliki Tim yang satu ini.

om masih bisa ka ? teriak Festus yang berteduh di depan sebuah toko di lingkaran abe, tempat taksi Jurusan terminal entrop sering menurunkan dan menaikkan penumpang.

masih ada satu tapi, ekonomi...
trapapa, sa tra mau terlambat..

dialog singkat antara Festus dan Kondektur di siang yang terik itu.  ekonomi yang dimaksud kondektur adalah istilah untuk tempat duduk tambahan di pinggir jendela. walau tempat duduknya tidak senyaman tempat duduk yang lain di dalam taksi, namun bayarannya tetap sama, dan banyak penumpang tidak mempersoalkannya.

Taksi di kota Jayapura, seperti layaknya hampir di seluruh Papua, adalah sebutan untuk angkutan umum seperti minibuds atau starwagon maupun yang berukuran lebih kecil lagi, jauh dari nyamannya taksi di pulau jawa.

Baju kaos merah, kaca mata riben (Ray Ban), topi, celana Jins dan sepatu kets, walaupun hanyalah baju baju lama, namun sisa sisa ketampanannya membuat tampilan Festus cukup baik. tidak lupa kantong plastik kecil berisi rokok, pinang dan air putih. lengkaplah sudah.

Festus sebagai salah satu penggemar Persipura selalu berusaha meluangkan waktu untuk menonton setiap kali tim kesayangannya berlaga di stadion Mandala Jayapura.

Begitu tiba di Stadion Mandala, Festus segera mengambil tempat duduk sesuai nomor yang tertera di Karcis yang dibelinya beberapa hari yang lalu. Tribun utama bagian kanan, di deretan paling belakang. posisi yang paling disukai Festus karena aman bila tiba tiba hujan, juga strategis untuk pantau pantau kiri kanan, hahahaha.

Seperti biasa, sebelum laga dimulai, stadion Mandala selalu bergemuruh dengan lagu lagu Papua pembakar semangat yang diputar menggelegar di seluruh stadion, membuat siapapun yang datang langsung menonton di Lapangan mandala, seolah olah terbius, terbawa dalam semangat yang luar biasa, semangat memiliki Tim hebat, yang selalu menjadi favorit Juara, semangat memiliki
Stadion di tepi pantai dengan latar tanjung kayu batu nan indah mempesona.

FIFA fairplay anthem pun berkumandang,mengirimi tim Persipura dan Tim Tamu memasuki lapangan. Tepuk tangan, standing Applaus dan teriakan kebanggaan menggelegar, benar-benar  suasana yang penuh semangat.

Sebagai seorang pegawai rendahan di sebuah Kantor Pemerintah, Pertandingan sepakbola adalah pelipur lara, dikala harus bekerja banting tulang setiap saat, Menonton sepakbola di hari sabtu, sangat tepat bagi Festus untuk melepas letih hidupnya, keluar dari rutinitas sehari hari.

Pertandingan berjalan begitu seru, saling jual beri serangan, teriakan teriakan Penonton memanggil manggil nama pemain idolanya membahana sepanjang pertandingan.

Biooooooo....biooooooo...
qu cenggg.......qu cengggg......
teriakan teriakan penonton disekeliling makin membuat suasana begitu bersemangat.

Babak pertama pun diakhiri dengan skor kaca mata ( 0:0 ). Festus beristirahat sejenak, makan pinang dan isap rokok, sambil sesekali melihat hilir mudik penonton yang hendak beristirahat sejenak.

Tanpa sadar, tatapan Festus terpaku pada deretan tempat duduk VIP bagian tengah, seorang gadis manis dgn rambut keriting yang tertata rapih, sedang asing bercanda ria dgn beberapa gadis lain dan beberapa pemuda disekitarnya.

senyum itu........
mata itu.....
leher indah itu.....
gaya tertawa dan bercandanya.....

Festus tersadar, dialah Jeni.
ohhhh makin manis, makin cantik, andehhhhh sioooo sa pu sayang dulu....
ohhhhhhh ujar festus dalam hati

Festus hapal benar tentang gadis ini, betapa tidak, Jeni adalah teman smanya dahulu, Jenilah cinta pertamanya...
hubungan percintaan yang pernah begitu indah sejak di bangku kelas 1 hingga kelas 3 sma bahkan berlanjut di bangku kuliah ketika mereka berdua sama sama menempuh perkuliahan di tanah jawa.

Jantung Festus berdegup kencang, ingin rasanya menyapa, namun perasaan malu dan tidak percaya diri membuat Festus mengurungkan niatnya.

Pikirannya jauh menerawang ke masa-masa lampau, Jeni yang cantik begitu menyayanginya. Festus adalah pujaan hati, bagi Jeni kala itu Festuslah segala galanya. Festuslah yang mengenalkan Jeni pada arti cinta dan nikmatnya masa remaja.

Festus yang memang cerdas sejak masa sekolah dulu, ditambah dengan wajah yang ganteng, tentu saja menjadi idola banyak teman sekolah kala itu.

Festus makin malu, mengingat semua itu, meninggalkan Jeni yg begitu menyayanginya hanya karena
tergoda cinta sesaat seorang teman sekolah yg lain.  Masih teringat kala itu, Jeni menangis ketika Festus meminta putus dengannya.

Kini, Jeny nampak begitu bahagia, dari senyumannya, tawanya, ahhhh Festus makin menjadi ragu, ketika menyadari bahwa Jeny yang sekarang sudah jauh berbeda. Kini Jeny adalah putri salah seorang pembesar yang tinggal  di kota ini, sedangkan Festus kini, hanyalah seorang pegawai biasa di salah satu kantor Pemerintah, tentu bukan lagi levelnya.

Gooollllllllllllll...... Biooooooooooooo biooooooooooooooooooooooo gooolllllllllllllllllll

Stadion bergemuruh dan teriakan para penonton seketika membuat Festus tersadar dari lamunannya, di penghujung babak ke 2 Bio Paulin, berhasil merobek gawang lawan dengan sundulan mautnya.

Cepat cepat Festus berdiri, bergegas meninggalkan stadion Mandala, walaupun pertandingan masih tersisa 10 menit lagi.
Festus malu, Festus minder, Festus kuatir bila terjadi pertemuan dengan Jeny di stadion ini.
Festus tak sanggup mengenang semuanya.

Laga di lapangan sudah tak dipikirkannya lagi, setidaknya 1:0 bagi Festus cukuplah.

Abe abe abe...... abe langsung...
langsung ka ?
io langsung..
berapa..
sepuluh ribu....

Sepanjang perjalan pulang, pikiran Festus menerawang jauh...
"kenapa sa tra menyapa Jen saja ee"
"de juga ada liat sa ka tidak e"

Festus menyadari... cintanya pada Jen adalah cinta sejati.
meski Festuslah yang bersalah kala itu, dan meskipun waktu sudah bergulir jauh dari masa lalu,
ternyata masih ada.... getar getar rindu yang tersisa.

Jeny pun sebenarnya sempat melihat ketika Festus akan meninggalkan stadion, namun gegap gempitanya stadion dan padatnya Penonton membuat jeny tidak bisa apa apa.

Jen hanya menatap dari kejauhan, dalam hati kecilnya Jen berkata :
"kk.... ko kurus sampe, siapa yg urus ko ka ?"
"kenapa ko menghindar dari saya ?"
"Trada yang bisa gantikan kk ko, sa masih sayang kk"

Andai Festus tau isi hati Jeny..... namun apa hendak dikata...
Dalam laut dapat di duga..dalam hati siapa tahu.
--------------

Dua tahun sudah Sejak pertemuan kembali di Lapangan Mandala, Festus mengubur dalam dalam semua perasaannya kepada Jenny sang mantan, yang begitu membekas dihatinya. Kemarin ketika ada sebuah acara seluruh kabupaten dan kota di Kantor Gubernur, mereka bersua kembali, Jenny makin mempesona, dan Festus semakin tidak mampu memendam kegalauan hatinya.
Sang mantan yang dulu pernah menggoreskan kisah indah kehidupan. Andehh... Festus hanya bisa menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya bersama kepulan asap cigaret kegemarannya.

Hari ini di stadion Mnndala, dalam sebuah pertandingan Persipura yg sangat ramai, tanpa disangka dan diduga, tempat duduk Festus berdampingan tepat dengan Jeny dan saudara saudara. Sepanjang pertandingan yang menarik dan gegap gempitanya stadion Mandala, Festus tenggelam dalam angannya. Rasa bersalah, rasa ingin bersama, rasa malu dan rasa tidak berdaya bercampur jadi satu membuat Pikiran Festus melayang jauh melintasi tanjung kayu batu, jauh..jauh tinggi entah mungkin hingga ke negeri Vanuatu nun jauh di sana dibalik awan.

Jenny pun nampak suprise dan kaget mendapati mereka bisa duduk berdampingan di stadion Mandala. Sebuah kebetulan yang membuat hati Jenny berbunga bunga, namun semuanya itu disimpannya dalam hati. Sebagai wanita dewasa kini, jenny tau bersikap, lagi pula jenny tidak sendiri kini, dikelilingi ipar ipar dan saudara membuat jenny harus menjaga sikapnya dgn baik.
Saling melempar senyuman secara formal, bagi Festus sudah lebih dari cukup. Senyum yang dulu pernah begitu membuat Festus mabuk kepayang.
Dalam hatinya Festus bergumam " jenn..... Andai ini dulu..... Tong dua pasti su berpelukan mesra.". Ah Festus makin tenggelam dalam hayalannya pada memory indah dimasa yang sudah lewat.

Festus tidak menonton pertandingan sendiri, kali ini dia  mengajak putera kebanggaannya yg baru berumur 5 tahun sebagai teman dan sahabat yg selalu menjadis penghibur dalam kepenatan hidupnya.

Sepanjang pertandingan Jenny menawarkan berbagai macam kue, coklat, minuman kaleng pada sang buah hati Festus.
"Mau coklat ? Ambil sayang, ini ada fanta", tawar Jenny kepada putra Festus.

Festus tak kuasa menolak semua itu demi menjaga kewajaran suasana dan juga menyadari bahwa anaknya begitu menyukai cokelat dan fanta. Memang tidak banyak kue dan minum yang bisa dibeli Festus ketika nonton bola, sudah bisa membeli karcis di tempat terbaik saja sudah merupakan pencapaian besar bagi Festus. Betapa tidak, sebagai pegawai negeri rendahan di sebuah instansi pemerintah, di tengah kesederhanaan dan kekurangan, Persipura adalah segalanya. Sebagian gaji yang pas pasan disisihkan demi membeli karcis, bagi Festus, biar tra punya apa-apa tapi masih ada Persipura.

Singkat cerita pertandingan pun usai dan para penonton mulai beranjak meninggalkan lapangan Mandala. Demikian juga Festus dan putranya, saling bersalaman seadanya dengan Jenny dan ipar iparnya. Semua gejolak perasaannya di stadion Mandala disimpannya dalam dalam.

"Biarlah ..smua su berlalu...... Lihat ini anak laki-laki gagah yg bersama ko Festus, jang menghayal takaruang lagi". Festus bicara pada dirinya sendiri.

Ditempat parkiran motor sang putra berujar dengan riang :
"Bapa..tadi tanta yg disebla kitong dua tu, de kasih kk uang, baru de bilang nanti su pulang baru kase tau bapa, tanta de bilang kk harus sayang bapa, Sambil mengeluarkan lembaran 100 ribu yang tersusun rapi dan diikat karet dari dalam saku celananya.

Festus kaget sambil menghitung lembaran uang ini, 3 juta rupiah. Memang 3 juta bagi jenny yang kini adalah anak petinggi di tanah ini, bukanlah jumlah yang luar biasa, tapi bagi Festus....wahhhhh....ingin marah, malu, merasa sedih atau juga bahagia..semua berkecamuk di dalam dada. Betapa tidak, meski seorang pegawai rendahan Festus menanamkan pada anaknya untuk hidup mandiri tidak boleh tergantung pada belas kasihan orang lain, di sisi lain kata kata Jenny lewat anaknya ini begitu menusuk kalbunya.

Achh....cepat cepat dipakainya helm untuk menutupi matanya yang mulai berkaca kaca....."mari tong dua pulang..mama su tunggu"
Share:

Senin, 29 Januari 2018

Penambangan Liar Sedang Beroperasi Di Korowai, Boven Digoel Papua

Doc. Ist

Boven Digul - Ada pencuri emas turun dengan menggunakan heli (Hevilift) di dalam hutan rimba Korowai di kepala sungai Deiram Hitam. Mereka mencoba mengajak warga untuk bekerja sama, lalu mereka menyerahkan hutan tanah mereka dibongkar untuk melakukan Penambangan Liar.

Dan menurut keterangan dari Barto (seorang pemudi Korowai yang membawa gambar foto ini) dia menjelasakan ada sekitar 50-an orang Non-papua yang bersama-sama dengan warga Korowai yang melakukan aktifitas pendulangan.

Barto sangat kawatir terhadap aktifitas pendulangan di sana dan juga di lokasi ini mereka membuat tempat pendaratan Heli.

Menurut barto Heli yang para pendulang gunakan untuk melakukan mobilisasi ke Korowai adalah heli warna Putih, dia juga belum tau pasti nama heli itu dari perusahaan mana.

Aktifitas pendulangan di tempat ini sudah berawal sejak pertengahan Tahun 2017, namun sampai saat ini belum ada kebijakan atau perintah dari pemda setempat; apakah diusir atau tetap di ijinkan.

Saya berharap rombongan itu bisa diusir. Kalau ada emas di daerah Korowai kami harus atur supaya emas tersebut akan jadi manfaatnya orang Korowai sendiri dan bukan orang asing.

Amsal 22:23-23: "Janganlah merugikan orang miskin, hanya karena ia lemah; dan di sidang pengadilan janganlah memperkosa hak orang yang tak berdaya. Sebab, TUHAN akan membela perkara mereka dan mencabut nyawa orang yang menindas mereka."

Penulis : Penginjil Daerah Koriwai
Sumber : Fb
Share:

Minggu, 28 Januari 2018

Orang Papua Hidup Terancam di Negerinya Sendiri Dalam Bingkai NKRI

Penderita wabah campak pada anak di Asmat Papua.

Pada saat ini, Tanah Papua sedang berada dalam goncangan besar karena adanya tsunami kemanusiaan. Jutaan rakyat yang ada di atas tanah Papua di lepas pantai, pesisir, pedalaman, pegunungan menjerit, merinti, sedih dan tangis. Saban hari kita hanya bisa mendengar nyanyian dengan syair elegi karena tragedi kemanusiaan yg menimpa rakyat melanesia di Tanah Papua semakin lama semakin menua. Ratusan ribu orang menderita Karena penangkapan, penganiayaan, menyiksaan, pembunuhan.

Di Negara ini, setiap pemimpin di Papua kalau tidak racuni dan dimatikan selalu berakhir di terali besi. Dalam catatan harian, Tokoh2 Papua Melanesia yang hebat sebagai pejabat negara ataupun pemimpin rakyat tetap akan diracuni dan dimatikan Saraf. Sederet nama2 pemimpin besar dan kawakan sepeti: Yap Salosa, Theys Eluai, Agus Alua, Nataniel Badi, Wospakrik, Willem Mandowen, Pdt Awom, Abraham Ataruri, Jhon Rumbiak, Cosmas Pigai, Thom Beanal, Lukas Enembe dan lain2 adalah korbannya. Sementara rakyatnya ditangkap, dianiaya, disiksa, dibunuh saban hari tanpa henti. Sudah lebih dari ratusan ribu orang Papua mati sia2 di atas tanah airnya sendiri, Tanah Papua, bumi Melanesia.

Selama 3 tahun kepemimpinan Jokowi ini kita disuguhi informasi yang berlebihan tentang pembangunan Papua. Kehadiran Jokowi, pembangunan jalan, jembatan, gedung2 pencakar langit, jembatan yang melintasi laut, jalan-jalan bebas hambatan, rel kereta api. Kita juga dihipnotis dengan berbagai pemberitaan bahwa di Papua konektivitas darat, laut dan udara terjalin, kota-kota di Papua dmetamorfosis sepeti Jakarta, Yogya, Semarang dan Surabaya. Kata Jokowi ekonomi rakyat Papua makin membaik, derajat kesehatan lebih baik, pendidikan lebih baik. Jokowi presiden terbaik sepanjang Republik ini berdiri. Itulah jargon-jargon kunci media pendukung pemerintah termasuk Kompas selama ini.

Namun hari ini, fakta berbicara lain, kematian bayi akibat busung lapar, gizi buruk di Asmat yang dilis oleh Kompas ini sebenarnya telah memukul balik Presiden Jokowi bahwa semua yang diucapkan oleh pemerintah selama ini omong kosong. Berita Harian Kompas hari ini sebenarnya bisa jadi pintu masuk membuka borok pemerintah, kejahatan dan kematian tersembunyi rakyat Papua dibalik dibalik pencitraan yang berlebihan selama ini.

Secara fakta ada beberapa tragedi kemanusiaan terbesar terjadi di Papua selama kepemimpinan Negara Kesatuan Republik Indonesia (2014/2018):

1. Kasus Paniai 8 Desember 2014 telah tercatat sebagai kejahatan kemanusiaan (gross violation of human right) termasuk dalam kategori pelanggaran HAM Barat yang berkasnya sedang diproses dan terhenti di Komnas HAM. Kasus Paniai adalah salah satu hasil produk rejim kepemimpinan Joko Widodo, menitipkan peristiwa kelam baru bagi Bangsa ini karena itu sebagai kepala negaran tidak bisa lepas tanggung jawab (commander resposibilities). Bagaimana pun juga Negara Kesatuan Republik Indonesia menambah 1 berkas pelanggaran HAM berat di Komnas HAM.

2. Adanya; penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang, penyiksaan/penganiayaan (torture) dan pembunuhan (kilings) terhadap lebih dari 6 ribu orang Papua selama 3 tahun merupakan catatan negatif rejim Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jokowi tidak bisa menghindari sebagai kepala negara/kepala pemerintahan sebagai penanggungjawab komando (commander resposibilities).

3. Adanya dugaan terjadi genocida secara perlahan melalui berbagai kebijakan (slow motion genocide) di Papua berdasarkan hasil
Penyelidikan beberapa lembaga internasional bisa diduga apakah dengan sadar atau sengaja (by commision) atau lakukan Pembiaran (by ommision) oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Rentetan Kematian Bayi di Papua. Pada tahun 2015, kementerian sosial sunyi dan bisu mendengar kematian 71 Bayi Kecil di Kecamatan Mbuwa Kabupaten Nduga. Kematian yang kata. menteri Kesehatan adalah disebabkan oleh penyakit busung lapar dan kurang gizi, namun banyak laporan lain menyebutkan karena konsumsi makanan tertentu yang dibagikan okeh pihak2 luar. Sampai saat ini kematian 71 bayi meninggal suatu cerita misteri. Demikian pula tahun 2016 dan 2017 pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia seakan2 gelap dan buta atas kematian lebih dari 60 bayi di Kabupaten Deiyai. Kematiannya akibat kekurangan gizi dan busung lapar serta penyakit menular. Dan hari ini awal tahun ini kita juga menyaksikan kematian puluhan anak karena kekurangan gizi dan kelaparan di Asmat.

PAPUA Tidak Ada Masa Depan Di Bawah Indonesia
Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh.!

Penulis : N L

Share:

Sabtu, 27 Januari 2018

Kalah Saingan Dari Pedagang Sayur Keliling, Mama-Mama Papua Nekat Berjualan Hingga Malam Hari Di Pasar Samabusa Nabire

Mama mama papua menjual hasil kebun mereka sampai malam hari


Untuk terus memutar roda ekonomi dan meningkatkan pendapatan keluarga, mama-mama asal Papua tetap berjualan hingga malam hari di kawasan Pasar Samabusa, Distrik Teluk Kimi Nabire.

Hampir setiap hari, mama-mama tersebut menjual hasil perkebunan mereka hingga malam hari dengan penerangan seadanya dan sudah berlangsung cukup lama.

Bukan tanpa alasan, mama-mama papua tersebut tetap berjualan hingga malam hari, pasalnya, dagangan mereka tidak terlalu laku jika dijual pagi hingga sore hari, karena warga setempat lebih suka membeli sayur dari pedagang sayur keliling ketimbang berbelanja langsung ke Pasar.

Seperti dituturkan Mama Tabuni, mama Papua yang juga berjualan hingga malam hari di Pasar Samabusa, dirinya tetap memilih berjualan hingga malam hari, karena pedagang sayur keliling sudah berjualan pada pagi hingga sore hari.

“Siapa yang mau ke pasar sini beli tong punya rica, sayur, tomat, keladi, petatas, singkong, kalau kitong jual pagi hari sementara orang-orang lebih suka beli sayur dari mas-ma gerobak motor yang isinya semua lengkap”, ujar Mama Tabuni.

Oleh karena itu dirinya berharap agar para pedagang sayur keliling jangan mematikan dagangan mama-mama Papua di Pasar Samabusa, dengan tidak berjualan di Samabusa.

Pasar Samabusa dulunya merupakan Pasar Tradisional, namun pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah kabupaten Nabire.

Setelah diresmikan Bupati Nabire, awal bulan mei 2017 lalu, Pasar Samabusa, Distrik Teluk Kimi Nabire, mulai beroperasi melayani warga Samabusa dari pagi pukul 07.00 wit hingga sore hari pukul 18.00 wit sejak 25 September 2017 lalu.

Pasar Samabusa yang dibangun menggunakan dana dari Kementerian Perdagangan dengan besaran dana 7 Miliar lebih, memiliki 100 unit los kios dan 2 unit los pasar, serta dilengkapi 1 unit kantor UPTD.

Namun jam operasional pasar tetap tidak berlaku bagi mama-mama Papua walaupun sudah sering mendapat himbauan dari pengelola Pasar, tapi karena mama-mama Papua tersebut sangat membutuhkan uang dengan menjual hasil kebunnya, sehingga mereka tetap dibiarkan berjualan hingga malam hari.

Sumber : Nabire.net

Share:

Papua Adalah Neraka, Bukan Surga Yang Jatuh Ke Bumi

Papua bukan surga yang jatuh ke bumi
Apakah di Surga ada penderitaan.? Ada pelanggaran HAM? Ada Kematian? Ataupun yang lainnya?

Jika dilihat dari pertanyaan di atas, di Surga tidak ada yang namanya penderitaan, pembunuhan, kematian, pemerkosaan, dll. Hanya di bumi ini yang kita merasakan dan mengalami problem seperti ini, lebih di tanah papua.

Papua adalah Neraka, bukan surga kecil yang jatuh ke bumi. Jadi orang Papua tidak boleh bangga dengan kata ini, kata ini hanya membodohi kita orang Papua pada umumnya. ada sebuah kekuatan karisma yang lahir ketika kita bangga namun ada nilai negatif yang terlahir subur (malas, sombong, anggap enteng, mengharapkan, komsumtif dan mengharapkan yang instan).

Konglik batin dan konglik sosial itu ada sebab dan akibat, banyak problem kecil sering menjadi besar karena kita buta akan menilai sesuatu (bertindak tanpa berpikir positif ).

Konflik batin bagi orang Papua adalah masalah sejarah, untuk itu solusinya adalah bukan Pemerintah pusat yang harus realisasikan DOB atau mendongkrak dana APBD, DAK, DAU atau Otsus, ini bukan sosusi akan tetapi solusinya, Pemerintah pusat bisa tanya kepada Bapak Dr.Socretez Yoman, Dr.Benny Giyai, tn Anton Gobai, tn Victor Yeimo, Phil Erari, Hisage,dll itu. mereka akan jawab

Papua boleh makan dan minum tapi Jakarta yang kontrak pola hidupnya, ini kehidupan yang sedang menuju ke sana dan kita akan digantung karena kita mengganggap uang adalah segalanya dari hidup. Kita harus lawan sistem yang membodohi ini, kita harus sadar, kita akan kehilangan segalanya dari Negeri yang kaya raya ini.

Share:

Jumat, 26 Januari 2018

Apakah Anda Percaya Terhadap Pelayanan Pemerintah Indonesia ?

Photo : Anak Penderita Gizi Buruk di Papua
Apakah Anda Percaya Terhadap Pelayanan Pemerintah Indonesia ?

Kami dilahirkan di honai makan makanan alamia dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan pemerintah kolonial indonesia kami sehat.

Anak yang lahir tanpa medapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah kolonial indonesia lebih sehat panjang umur dibandingkan anak papua yg lahir dengan pelayanan kesehatan indonesia sangat buruk.

Sedangkan yang sekarang ini katanya ada pelayanan kesehatan gratis dan memadai makanan bergisi nasi supermi dan tahu tetapi kesehatan anak- papua seperti begini.

Apakah ini karena gisi buruk ?

Terus saya lihat di Asmat yang katanya gisi buruk ini hanya orang asli papua memangnya orang non papua kenapa tidak kena apakah mereka selalu hidup sehat ?

Katanya pemekaran kapubaten provinsi dan wali kota itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat tetapi kenyataanya semua program hanya menghancurkan.

Gisi buruk Di Asmat DI Dogiyai, di Pengunugan Bintang dan Korowai.
Apakah orang Papua maaih percaya dengan kepada pemerintah Indonesia ?

Saya tidak  akan pernah percaya kepada pemerintah indonesia dan janji palsunya.
Orang papua akan punah secara masisif, systematis dan terstruktur.

Tidak ada jaminan keselamatan hidup bersama indonesia.

Penulis : Aktivis Papua
Sumber : Fb
Share:

Menanggani GIZI BURUK Kabupaten Dogiyai Melibatkan Semua Lintas Sektoral

Photo : Ilustrasi anak gizi

Kasus gizi buruk di Asmat membuat saya terbayang kembali sejak itu tahun 2012. saat itu sa bertugas di salah satu Puskesmas Pembantu (PUSTU) di daerah terpencil. saya melayani kurang lebih 3 kampung yang ada di distrik Mapia. saya punya pasien namanya An. MT berusia 2 tahun yang juga mengalami Gizi Buruk karena kekurangan energi protein (khwasiorkor). berbagai upaya preventif dan promotif sudah menjadi program yang dilakukan seperti mulai dari pemberian vitamin A setiap enam bulan dan penimbangan bayi dan balita setelah itu diberi bubur kacang hijau dll. selain itu, kasus gizi buruk ini, saya pernah lapor ke puskesmas dan dinas kesehatan Dogiyai tetapi kandas. saya membeli susu formula SGM pake uang pribadi, lalu mengantar ke anak itu, pada saat saya tanya warga rumah dari balita An. MT. warga disitu bilan anak itu telah meninggal tadi malam. ketika saya mendengar An itu telah tidak mampu menahan ajalnya, pada saat itu hati saya tercabik-cabik.

kita bicara gizi itu bukan sepenuhnya tanggung jawab orang kesehatan, tetapi tanggung jawab keluarga sepenuhnya dalam menyedikan menu makan setiapa hari yang terdiri dari karbohidrat itu : Ubi, keladi, sagu. Vitamin itu bisa didapat dari : sayur dan buah-buahan. Sementara protein itu didapat dari, Ikan, telur, dagin. ini makanan yang seharusnya kita makan setiap hari.

kalau bisa dinas-dinas terkait seperti : Peternakan, perikanan, perkebunan punya program yang benar-benar melihat dan menyediakan kebutuhan akan pangan atau gizi masyarakt Dogiyai.
Misalkan Dinas Peternakan sendiri punya program khusus dalam beternak ayam, ini tujuanya menghasilkan telur sebanyak-banyaknya karena telur itu punya protein yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Dogiyai. jangan kita berpikir kebutuhan ekonomi seperti beternak babi 1 tahun kemudian kita dapat hasil, yaitu uang, sementara kebutuhan gizi yang di butuhkan setiap hari, tidak.
sementara itu dinas perikanan berupaya dalam budidaya ikan mas, ikan nila, ikan lele, ikan mujair dan laian-lain. ini semua demi memenuhi kebutuhan gizi masyarakaat dgiyai selai itu dapat meningkatkan kesejahteraan ekonimi bagi masyarakat Dogiyai.

kebutuhan gizi terpenuhi masyarakat Dogiyai Sehat. kalau ko makan makanan bergizi setiap hari ko tidak akan cari obat ke Puskesmas.

Penulis : Niko Tigi
Sumber : Dogiyai News
Share:

Kamis, 25 Januari 2018

Pemerintah Daerah Perluh Perhatikan Kesehatan Masyarakat Papua

Photo: Doc Pribadi
Dalam perkembangan dunia zaman sekarang ini, banyak masyarakat mengalami berbagai masalah dan kendala dari berbagai bidang di tanah Papua.

Dengan demikian pemerintah daerah perluh memperhatikan dibidang Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan ditanah papua, terutama dari bidang kesehatan.

Dikarenakan kesehatan masyarakat di daerah-daerah sangat disayangkan, lebih para lagi di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh pelayanan kesehatan (medis). Sebab, mengalami berbagai macam wabah penyakit yang menyerang masyarakat kecil di daerah-daerah pedesaan maupun di Kabupaten kota yang mulai menyebar luas, dan akhirnya banyak generasi penerus bangsa di tanah Papua ini yang banyak meninggal dunia.

Semua yang terjadi akibat pelayanan yang kurang efektif dan efisien dalam pelayanan, sesuai dengan kebutuhan kehidupan lingkungan  masyarakat setempat.

Pelayananpun setengah-setengah, kurang tenaga medis, kurangnya obat-obatan, dan masih banyak lagi alasan yang mendasar.

Dengan demikian banyak nyawa manusia papua yang tidak tertolong, akhirnya  meninggal dunia.

Maka dari itu pemerintah daerah perluh perhatian serius dibidang kesehatan yang sekarang menjadi masalah utama yang berkembang dimana-mana  tentang kesehatan.

Pertanyaanya, Dimana pemerintah daerah,dan petugas pelayanan akhirnya menyebabkan generasi penerus bangsa ini terus meninggal dunia ?

Maka itu, pemerintah daerah harus membuka mata dan melihat benar-benar kondisi masyarakat, terutama masyarakat kecil yang nembutuhkan, karena mereka itu bapa, ibu, dan saudara/i kita semua jadi harusnya hadir ditengah-tengah mereka dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang baik dan  menyelamatkan mereka yang mengalami penderitaan, terutama adalah melalui pelayanan karena itu sebagai tugas dan tanggungjawab.

Tugas pelayanan merupakan tugas yang Mulia. Terutama Keselamatan NyawaManusia.

Penulis : De Zantos Migani Belau
Share:

Jumat, 19 Januari 2018

Pertama kali, Paus Fransiskus Nikahkan Kedua Pasangan di Atas Pesawat

Pasangan ini awalnya hanya minta berkat dari Paus Fransiskus.

Chile - Paus Fransiskus membuat sejarah baru dengan menikahkan pasangan di atas pesawat. Aksi spontan itu dilakukan Paus di tengah kunjungannya ke Chile.

Dilansir BBC, Jumat (19/1/2018), pasangan yang dinikahkan oleh Paus itu bernama Paula Podest Ruiz (39) dan Carlos Ciuffardi Elorriga (41). Keduanya bertugas sebagai pramugari dan pramugara di penerbangan dari Ibu Kota Chile, Santiago menuju Iquique, saat bertemu Paus. 

Pasangan ini sebelumnya telah menikah di catatan sipil dan hanya meminta Paus memberkati mereka. Tak dinyana, Paus malah menawarkan untuk menikahkan pasangan tersebut. 

"Anda ingin saya menikahkan kalian?" tanya Paus.

Paula Podest Ruiz dan Carlos Ciuffardi Elorriga awalnya minta berkat.

Pasangan tersebut mengaku jika mereka tak bisa mengadakan upacara pemberkatan di gereja di tempat tinggal mereka di kawasan Ibu Kota Chili, Santiago. Alasannya, bangunan gereja itu rusak akibat gempa pada 2010 silam.

Paus Fransiskus kemudian menawarkan upacara singkat dalam penerbangan tersebut. Ia kemudian memberikan berkat Sakramen Perkawinan kepada pasangan tersebut, dan menjadikan bos mereka sebagai saksi.

Seorang kardinal yang menemani Paus kemudian mencatatkan dokumen pernikahan pasangan tersebut. Dokumen itu ditulis tangan di selembar kertas, dan ditandatangani oleh kedua mempelai, dan para saksi.

Koresponden CBS News, Steve Dorsey kemudian mengunggah dokumen itu ke akun Twitternya. Penerbangan itu disediakan maskapai terbesar di Amerika Latin, Latam. Maskapai itu menyediakan layanan penerbangan selam Paus berkunjung ke Chile.
Share:

Mahasiswa: PEMDA Intan Jaya Segera Tepati Janjinya

Foto : Sebagian penghuni asrama pemontokan Migani Nduni Kotaraja Luar Jayapura saat foto bersama depan asrama.

Jayapura | ESBATU Papua - Mahasiswa Jayapura yang menempati Asrama Intan Jaya Kota Raja Luar Jayapura berharap pemda Intan Jaya menepati janjinya terkait backing asrama permanen Kota Raja (Jumat, 12/08/2017)

Kesra Intan Jaya, "Pak Titus Agimbau telah mengunjungi asrama Migani Nduni dan melihat langsung situasi dan kondisi asrama beberapa bulan yang lalu. Dalam kunjungannya mengatakan, dirinya berjanji akan mengajukan Asrama tersebut langsung pengolahan dari tangan PEMDA, dan akan mengirim tukang-tukang untuk merenovasi gedungnya. Namun sampai saat ini masih belum ada informasi terkait janjinya,"  kata Yunus, saat diskusi mengenai asrama (12/08/2017) di Kotaraja. 

"Jangan dikasih bahasa perjanjian lalu dibiarkan begitu saja, tetapi dinyatakan dengan mengambil tindakan yang kongkret dan terbaik untuk merenovasi asrama kami, karena faktor pendukung utama untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia adalah memiliki fasilitas tempat tinggal yang baik sebagai tempat menganyam pendidikan", lanjut Yunus.

Kami penghuni asrama perang pemerintah daerah (kesra), sudah sampai dimana untuk menepati janjinya? Kapan mau tepati janjinya? Apakah Janjinya sudah lupa atau masih ingat? “Berbagai macam pertanyaan muncul di tengah penghuni saat itu. Salah seorang senior, linus mengatakan, Asrama Migani Nduni yang dihuni oleh pelajar dan mahasiswa Kabupaten Intan Jaya, mengalami kerusakan parah akibat gedungnya yang sudah tua. Kerusakan gedung asrama tersebut bukan baru terjadi, namun sudah dari tahun 2011/2012 terjadi tanah longsor di bagian belakang asrama sehingga tehel dan dinding sudah mulai retak pada tahun itu. Hingga saat ini ditahun 2017, penghuni asrama masih terus mengalami ketidak-nyamanan dalam melaksanakan aktivitas belajar dan tugas lainnya.

Setiap kali hujan, udara masuk dari celah dinding dan tehel yang retak akhirnya penghuni sering membiarkan aktivitas utama untuk mengamankan barang-barang penting dan membersihkan seluruh ruang lantai satu yang dimasuki udara tersebut. “kata Linus yang sering dipanggil Linome. Ia melanjutkan, Asrama tersebut termasuk asrama yang paling besar dan jumlah penghunipun sekitar 40 lebih orang. Penghuni asramanya terdiri dari mahasiswa yang kuliah di STIE Port Numbay, UNCEN, Ottow Geysler, STIKOM dan pelajar yang bersekolah di SMK Kotaraja Dalam.

---------------------
Jayapura, 2018

Share:

Definition List

Unordered List

ESBATU Papua! Gubuk Berita | Opini | Hiburan | Kisah ...

Support

gridpost/Papua