Selamat datang, amakanie..!

"Suara dari Gunung Esbatu"

Sabtu, 04 Maret 2023

Gedung Gereja Katolik Paroki Bilogai Yang Lama Dan Baru Beda Rasa

 

Gedung gereja lama, Paroki Bilogai (Dok. Lama)

-Adolf Esbatu Papua-

“Merasakan rindu pada sesuatu adalah hal yang tak terpisahkan dari setiap insani.  Terkadang rindu membangkitkan semangat dan terkadang juga rindu akan mematahkan roh penyemangat hidup. Rumah ibadah yang tampak pada foto di atas pun memiliki daya/kharisma khusus bagi setiap pribadi umat paroki Bilogai, Titigi , Bilai dan Mbugulo. Mereka akan mengungkapkan perasaan pribadi mereka ketika melihat foto gedung gereja tersebut". 

Gereja dengan motif lama itu memiliki kenangan yang tidak sedikit bagi umat Paroki yang tersebar di seluruh Intan Jaya. Terutama mereka yang tahun kelahirannya 80-an ke bawah. Pribadi saya yang kelahiran tahun 90; merasa bahwa Tuhan hadir benar-benar dalam hidup saya bahkan hadir di bumi Dugindoga-Kemandoga; ketika melihat gedung gereja itu. Kekuatan hubungan saya dengan Tuhan sangat terasa. Setiap perayaan yang dirayakan di gereja itu sangat terasa sakral. Selain dari cara menyampaikan sabda Tuhan oleh para pewarta/pendeta saat itu. Hidup memang terasa dekat dengan Tuhan, kala itu. 

Saya tidak tahu pengalaman anda sekalian terkait kesakralan gedung gereja Katolik Bilogai waktu itu. Kemungkinan para tete-nene terdahulu kita tidak pernah melakukan hal-hal yang bertolak belakang dengan ajaran gereja katolik. Misalnya, mereka tidak pernah melakukan aksi perang nyata di sekitaran gereja, paroki Bilogai atau sekitar lokasi misi Bilogai. Mungkin juga cara mereka menghayati tempat-tempat sakral, peralatan sakral, menghormati para pelayan Sabda Allah denga sungguh-sungguh dari lubuk hati sehingga berdampak pada rasa takut akan Tuhan bagi saya. 
Para Katekis dan Fr. John Bunai, Pr di Paroki Bilogai 
(Dokumen: Zonggonau Katekis)

Cara membangun gedung gereja pun mungkin dengan sepenuh hati; tanpa mengharapkan upah yang lebih. Soal itu, hanya para orangtua dulu yang tahu. Demikian umat Paroki Bilogai saat itu sangat merasa memiliki dengan Paroki Bilogai. 
Bagian altar Gedung Gereja Katolik Paroki Bilogai, sekarang (Dok. EB)

Perasaan saya secara pribadi tentang kesakralan gedung gereja yang baru. Saya merasa bahwa ada sesuatu yang kurang. Entah karena apa alasannya? Mungkin keyakinan saya pada Tuhan semakin melemah. Ya mungkinlah. 

Sejak setelah pembangunan gedung gereja Paroki Bilgai yang baru, saya merasakan hal-hal yang biasa-biasa saja. Perasaan itu khusus ketika melihat gedung gereja yang suci; tempat sabda Tuhan dibagikan dan lainnya. Semoga segalanya di lingkungan misi Bilogai tidak memudarkan kesakralannya dengan perbuatan kita umat Paroki Bilogai. Semoga pula kita tidak kehilangan roh kebaikan yang dulu pernah ada.

Terima kasih! 
Oleh. ESBATUPapua

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Harap Berikan Komentar Yang Membangun Dan Wajar, Terima Kasih.

Definition List

Unordered List

ESBATU Papua! Gubuk Berita | Opini | Hiburan | Kisah ...

Support

gridpost/Papua