Tanah itu Mama
Oleh. Oksianus Bukega
![]() |
| Berhenti jual tanah; stop jual tambang - Mgr. Yohanes |
Tanah menurut pandangan orang Papua adalah ibu atau mama yang memberi hidup . Pemikiran ini lahir dari dan karena tanah itu sendiri dipandang sangat hormat dan dihargai sebagai sumber hidup (apa pun telah tersedia dan tersimpan) bagi orang Papua. Karena itu bila ada orang Papua yang menjual tanah secara sembarangan berarti pada saat yang sama dia atau mereka sekaligus menjual ibu/mamanya sendiri. Sebab hak atas tanah adalah hak yang diberikan kewenangan kepada pemegang hak (orang Papua) untuk pengendalian dan/atau memperoleh manfaat dari tanah yang dihakinya. Untuk itu tanah tidak perlu dijual sembarang orang. Orang Papua perlu ingat akan hal ini! Tanah itu hak milik pakai bagi orang Papua.
Orang Papua menjual tanah berarti menjual ibunya pengirim. Namun dari sisi ttanah lain yang memandang ibu itu sudah mulai tidak lagi memandang dengan rasa takut sebagai ibunya. Akhir-akhir ini kita melihat, menyaksikan dan membaca cukup banyak informasi tentang penjualan tanah ini, bahwa banyak orang Papua yang membuka peluang untuk menjual tanahnya. Tindakan orang Papua ini lahir dari situasi "mendesak", yakni karena situasi ekonomi, uang banyak dan faktor lain yang juga menjadi faktor penggerak. Situasi mendesak ini dihubungkan dengan faktor-faktor penggerak tadi. Bila tindakan jual tanah ini terus dikedepankan maka orang Papua lama kelamaan tidak akan memiliki tanah di tanah airnya sendiri. Apa bila hal ini terjadi maka sangat disayangkan dan disayangkan.
Tanah di Papua bukan milik individu tetapi milik komunal/komunitas. Perlu ditekankan di sini bahwa tanah di Papua ini milik komunitas sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan tanah diatur berdasarkan hukum adat. Walaupun ada hukum pemerintah yang mengatur hak kepemilikan tanah. Namun, untuk di Papua terkadang hukum ini tidak berlaku. Realistis saja bahwasanya bila ada orang Papua yang menjual tanah ke orang asing secara individu belum tentu tanah itu selesai dan beres dari segi pembayaran dan kepemilikan sertivikat jual-beli tanah.
Pastilah bahwa penjualan dan pembelian tanah ini tidak menjadi jaminan. Sebab tanah yang dijual secara perseorangan itu bukanlah hanya milik perseorangan karena itu proses selanjutnya akan menimbulkan persoalan. Tidak heran bila akhirnya timbul masalah, karena individu yang bersangkutan yang menjual tanah ini sudah melanggar hukum adat setempat. Oleh karena itu, bila ada individu yang ingin menjual tanah terlebih dahulu perlu mempertimbangkan hukum adat yang berlaku di wilayah atau tempatnya. Dan sebaliknya bila ada orang asing yang ingin membeli tanah perlu mempertimbangkan segala hal yang akan terjadi di kemudian hari.
Kepemilikan tanah di Papua. Dari beberapa sumber informasi dan nama papa yang dipasang di pingiran jalan dan lokasi tertentu dapat ditemukan bahwa ada beberapa pernyataan sikap "Tanah ini milik TNI AL, tanah ini milik pemerintah daerah, tanah ini milik gereja, keluarga ini dan itu dll. Kepemilikan tanah ini menunjukkan bahwa orang Papua sebagai pemilik tanah itu sendiri telah mempraktekan penjualan tanah kepada orang asing sehingga menjadi milik mereka. Ketika tanah ini menjadi milik orang lain maka orang Papua akan menjadi pendatang, orang asing, penonton dan tamu di tanah miliknya sendiri. Jangan sampai hal ini terus berlanjut berlanjut berlanjut berlanjut berlanjut.
Contoh khasus ada keluarga orang Papua menjual sebidang tanah kepada orang asing. Dan orang asing ini memanfaatkan tanah itu dengan membagun rumah kos-kosan. Akhirnya keluarga yang menjual tanah tadi kembali menyewa salah satu ruang kost untuk langsung hidup mereka. sungguh aneh tapi merupakan suatu kenyataan saat ini di papua. Orang Papua apakah cara praktek ini seeuasi dengan hukum yang berlaku dalam hukum adat dan kebiasaan budayamu atau bukan? Sangat berbahaya "sekali"!
Orang Papua ingat jangan jual tanah sembarangan. Ketika tanah dijual habis maka anak cucuk (generasi) berikut mau tinggal dan hidup di mana lagi. Jangan memberi peluang kepada orang asing untuk berkuasa dan menindas kalian. Sebab ketika ada peluang yang diberikan kepada orang asing maka mereka akan memanfaatkan peluang itu untuk mendominasi dan menciptakan segala sesuatu yang tidak pernah kalian pikirkan sebelumnya. Kemudian lagi peringatan disampaikan moment ini bahwa ORANG PAPUA STOP JUAL TANAH SEMBARANGAN.
Penulis : Oksi Bukega, Pr
Wajah Intan Jaya Papua Tengah (Bioskop bagian Terkecil) 2023







0 komentar:
Posting Komentar
Harap Berikan Komentar Yang Membangun Dan Wajar, Terima Kasih.