![]() |
| Papua bukan surga yang jatuh ke bumi |
Jika dilihat dari pertanyaan di atas, di Surga tidak ada yang namanya penderitaan, pembunuhan, kematian, pemerkosaan, dll. Hanya di bumi ini yang kita merasakan dan mengalami problem seperti ini, lebih di tanah papua.
Papua adalah Neraka, bukan surga kecil yang jatuh ke bumi. Jadi orang Papua tidak boleh bangga dengan kata ini, kata ini hanya membodohi kita orang Papua pada umumnya. ada sebuah kekuatan karisma yang lahir ketika kita bangga namun ada nilai negatif yang terlahir subur (malas, sombong, anggap enteng, mengharapkan, komsumtif dan mengharapkan yang instan).
Konglik batin dan konglik sosial itu ada sebab dan akibat, banyak problem kecil sering menjadi besar karena kita buta akan menilai sesuatu (bertindak tanpa berpikir positif ).
Konflik batin bagi orang Papua adalah masalah sejarah, untuk itu solusinya adalah bukan Pemerintah pusat yang harus realisasikan DOB atau mendongkrak dana APBD, DAK, DAU atau Otsus, ini bukan sosusi akan tetapi solusinya, Pemerintah pusat bisa tanya kepada Bapak Dr.Socretez Yoman, Dr.Benny Giyai, tn Anton Gobai, tn Victor Yeimo, Phil Erari, Hisage,dll itu. mereka akan jawab
Papua boleh makan dan minum tapi Jakarta yang kontrak pola hidupnya, ini kehidupan yang sedang menuju ke sana dan kita akan digantung karena kita mengganggap uang adalah segalanya dari hidup. Kita harus lawan sistem yang membodohi ini, kita harus sadar, kita akan kehilangan segalanya dari Negeri yang kaya raya ini.







0 komentar:
Posting Komentar
Harap Berikan Komentar Yang Membangun Dan Wajar, Terima Kasih.