Intan Jaya,
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Kamis, 14 Februari 2019
JANGAN MEMBUNUH KEHIDUPAN DENGAN MENJUAL TANAH
Intan Jaya,
Sabtu, 03 Maret 2018
Mahasiswa Intan Jaya Se-Indonesia Mempertanyakan Dana Operasional Dari Pemda Intan Jaya Papua
![]() |
| Doc. Mahasiswa IJ, Waena Jayapura |
Rabu, 14 Februari 2018
Cerita Sekelompok Anak Burung Pipit
Senjah mulai sinar berkemerahan dipandulkan oleh planet Mars Pemandangan Hamparan sawah dibagian paling selatan.
Sekempok burung pipit bergerumu dalam rerumputan yang dibiarkan tumbuh oleh para petani.
Karena waktu roda terus berputar, sinar sang surya yang tadinya dengan indah terus bergeser dari pandangan mereka dan mulai menghilang ke balik bukit yang berdiri memanjang di hamparan sawah bagian Barat.
Sehingga pemandangan yang indah tadi mulai berubah, semua sudah mulai sunyi,sinar tak lagi memihak, kicauan mereka pun tak lagi terdengar, hati mulai cemas dan ingin mencari tempat berlindung yang lebih aman tapi mereka tak mampu terbang karena sayapnya belum sempurna, tapi entah bagaimana mereka bisah ada ditempat ini.
Pemandangan indah tadi telah berubah total, raja_raja gelap mulai mengubah mereka, yaitu kecemasan, keraguan,ketakutan,kedinginan, kelaparan, dan masih banyak lagi, karena itu mereka pun tampak kicauan diam dan membisu menikmati situasi itu, sambil hening tak tahu apa yang mereka heningkan.
Mungkin mereka ingin minta tolong ke induknya, melalui bahasa isyarat tapi mungkin tak akan tercapai, karena tak tau induknya berada dimana.
Waktu terus berjalan, raja-raja malam mulai menguasai, tapi mereka seolah tak saling meninggalkan dan tak ingin kehilangan satu sama lain menikmati situasi malam itu.
Situasi dan waktu terus berlomba untuk menguasai, saat itu muncullah sang kunang kunang menghiasi sang gelap dengan sangat indah, seolah olah menguatkan mereka, dan saat itu datanglah sang kunang kunang berbisik kepada mereka, “Janganlah kalian cemas terhadap sang gelap, karena tampa dia aku tak akan seindah yang kalian pandang, dan tampa aku sang gelap tak akan indah untuk kalian pandang”.
Sebab itu nikmatilah dan tidurlah dengan mimpi yang indah, besok pagi Sang surya akan menjemput kalian untuk memandang dunia yang lebih luas...
Kata ” Sang Kunang kunang”
Penulis : Nayaju FS
KIRIM KOPI JAWAILA INTAN JAYA KE SUMATRA UTARA
Kamis, 08 Februari 2018
Solidaritas Peduli Pilgub Papua Menggelar Aksi Damai di Kantor DPRP
![]() |
Korlap Solidaritas Peduli Pilgub Papua 2018-2023, Saat Menyerahkan Aspirasi kepada Pihak DPRP, di depan kantor DPRP. |
JAYAPURA - Solidaritas Peduli Pilgub Papua 2018-2023, menggelar aksi damai di Kota Jayapura, Kantor DPRP Propinsi Papua, Kamis, 8/2/2018.
Rabu, 07 Februari 2018
Laporan Dugaan Kasus Korupsi Rumah Sehat Layak Huni Kabupaten Intan Jaya Akan Ditelaah Kejaksaan Negeri Nabire
![]() |
| Doc. Ist |
Intan Jaya - Pasca melayangkan laporan terkait dugaan korupsi pembangunan Rumah Sehat Layak Huni yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Intan Jaya pada tahun anggaran 2016, 22 Januari 2018 lalu, Tim Pemantau Keuangan Negara (PKN) kabupaten Intan Jaya, kembali melakukan pengecekan terkait tindak lanjut laporan tersebut.
Pengecekan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Tim PKN Intan Jaya, Melianus Duwitau, dan diterima oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksan Negeri Nabire, Rachman Tulus SH.
Dikatakan Melianus Duwitau, laporan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Nabire dan sedang ditelaah, dan berdasarkan hasil penelaah tersebut, Kejaksaan Negeri Nabire akan membuat nota dinas untuk diteruskan ke Kepala Kejaksaan Negeri Nabire untuk dibuatkan surat perintah penyelidikan.
Lebih lanjut, Melianus menuturkan bahwa Kejaksaan Negeri Nabire meminta pihaknya untuk melakukan pengecekan kembali pada hari kamis 8 Februari 2018 atau pekan depan.
Seperti diketahui, Tim PKN kabupaten Intan Jaya, melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Intan Jaya pada pembangunan Rumah Sehat Layak Huni di Distrik Hitadipa, sehingga merugikan negara sebesar 9 Miliar lebih.
Melianus Duwitau yang didampingi Ketua II PKN kabupaten Intan Jaya, Misael Maisini, berharap, laporan ini bisa ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Nabire, dan jika benar ada dugaan korupsi dalam proyek tersebut, maka mereka yang terlibat bisa segera diproses demi pemberantasan tindak pidana korupsi yang menyengsarakan rakyat.
Selasa, 30 Januari 2018
Getar Rindu Yang Tersisa
Mandala langung...mandala langsung
Teriak kondektur taksi jurusan Abe - terminal Entrop.
Hari sabtu ini ada pertandingaan sepakbola antara Klub Kebanggaan Kota ini Persipura Jayapura melawan salah satu klu sepakbola dari Jawa.
Seperti biasanya bila ada pertandingan sepakbola maka Taksi taksi dari berbagai jurusan diberi kebebasan untuk keluar trayek,langsung menuju lapangan Mandala untuk mempermudah para Penonton yang biasanya sangat banyak dari berbagai Penjuru Kota Jayapura maupun dari Kota kota lain di seluruh Papua.
Seluruh Kota akan terlihat berwarna merah, warna khas Persipura, ketika Persipura bertanding pada hari tersebut.
Begitulah keadaannya, prestasi dan gelar gelar yg melambungkan nama Persipura Jayapura hingga sampai di level Asia membuat masyarakat begitu bangga dengan tim ini, ya bukan saja masyarakat Jayapura, namun seluruh masyarakat Papua merasa ikut memiliki Tim yang satu ini.
om masih bisa ka ? teriak Festus yang berteduh di depan sebuah toko di lingkaran abe, tempat taksi Jurusan terminal entrop sering menurunkan dan menaikkan penumpang.
masih ada satu tapi, ekonomi...
trapapa, sa tra mau terlambat..
dialog singkat antara Festus dan Kondektur di siang yang terik itu. ekonomi yang dimaksud kondektur adalah istilah untuk tempat duduk tambahan di pinggir jendela. walau tempat duduknya tidak senyaman tempat duduk yang lain di dalam taksi, namun bayarannya tetap sama, dan banyak penumpang tidak mempersoalkannya.
Taksi di kota Jayapura, seperti layaknya hampir di seluruh Papua, adalah sebutan untuk angkutan umum seperti minibuds atau starwagon maupun yang berukuran lebih kecil lagi, jauh dari nyamannya taksi di pulau jawa.
Baju kaos merah, kaca mata riben (Ray Ban), topi, celana Jins dan sepatu kets, walaupun hanyalah baju baju lama, namun sisa sisa ketampanannya membuat tampilan Festus cukup baik. tidak lupa kantong plastik kecil berisi rokok, pinang dan air putih. lengkaplah sudah.
Festus sebagai salah satu penggemar Persipura selalu berusaha meluangkan waktu untuk menonton setiap kali tim kesayangannya berlaga di stadion Mandala Jayapura.
Begitu tiba di Stadion Mandala, Festus segera mengambil tempat duduk sesuai nomor yang tertera di Karcis yang dibelinya beberapa hari yang lalu. Tribun utama bagian kanan, di deretan paling belakang. posisi yang paling disukai Festus karena aman bila tiba tiba hujan, juga strategis untuk pantau pantau kiri kanan, hahahaha.
Seperti biasa, sebelum laga dimulai, stadion Mandala selalu bergemuruh dengan lagu lagu Papua pembakar semangat yang diputar menggelegar di seluruh stadion, membuat siapapun yang datang langsung menonton di Lapangan mandala, seolah olah terbius, terbawa dalam semangat yang luar biasa, semangat memiliki Tim hebat, yang selalu menjadi favorit Juara, semangat memiliki
Stadion di tepi pantai dengan latar tanjung kayu batu nan indah mempesona.
FIFA fairplay anthem pun berkumandang,mengirimi tim Persipura dan Tim Tamu memasuki lapangan. Tepuk tangan, standing Applaus dan teriakan kebanggaan menggelegar, benar-benar suasana yang penuh semangat.
Sebagai seorang pegawai rendahan di sebuah Kantor Pemerintah, Pertandingan sepakbola adalah pelipur lara, dikala harus bekerja banting tulang setiap saat, Menonton sepakbola di hari sabtu, sangat tepat bagi Festus untuk melepas letih hidupnya, keluar dari rutinitas sehari hari.
Pertandingan berjalan begitu seru, saling jual beri serangan, teriakan teriakan Penonton memanggil manggil nama pemain idolanya membahana sepanjang pertandingan.
Biooooooo....biooooooo...
qu cenggg.......qu cengggg......
teriakan teriakan penonton disekeliling makin membuat suasana begitu bersemangat.
Babak pertama pun diakhiri dengan skor kaca mata ( 0:0 ). Festus beristirahat sejenak, makan pinang dan isap rokok, sambil sesekali melihat hilir mudik penonton yang hendak beristirahat sejenak.
Tanpa sadar, tatapan Festus terpaku pada deretan tempat duduk VIP bagian tengah, seorang gadis manis dgn rambut keriting yang tertata rapih, sedang asing bercanda ria dgn beberapa gadis lain dan beberapa pemuda disekitarnya.
senyum itu........
mata itu.....
leher indah itu.....
gaya tertawa dan bercandanya.....
Festus tersadar, dialah Jeni.
ohhhh makin manis, makin cantik, andehhhhh sioooo sa pu sayang dulu....
ohhhhhhh ujar festus dalam hati
Festus hapal benar tentang gadis ini, betapa tidak, Jeni adalah teman smanya dahulu, Jenilah cinta pertamanya...
hubungan percintaan yang pernah begitu indah sejak di bangku kelas 1 hingga kelas 3 sma bahkan berlanjut di bangku kuliah ketika mereka berdua sama sama menempuh perkuliahan di tanah jawa.
Jantung Festus berdegup kencang, ingin rasanya menyapa, namun perasaan malu dan tidak percaya diri membuat Festus mengurungkan niatnya.
Pikirannya jauh menerawang ke masa-masa lampau, Jeni yang cantik begitu menyayanginya. Festus adalah pujaan hati, bagi Jeni kala itu Festuslah segala galanya. Festuslah yang mengenalkan Jeni pada arti cinta dan nikmatnya masa remaja.
Festus yang memang cerdas sejak masa sekolah dulu, ditambah dengan wajah yang ganteng, tentu saja menjadi idola banyak teman sekolah kala itu.
Festus makin malu, mengingat semua itu, meninggalkan Jeni yg begitu menyayanginya hanya karena
tergoda cinta sesaat seorang teman sekolah yg lain. Masih teringat kala itu, Jeni menangis ketika Festus meminta putus dengannya.
Kini, Jeny nampak begitu bahagia, dari senyumannya, tawanya, ahhhh Festus makin menjadi ragu, ketika menyadari bahwa Jeny yang sekarang sudah jauh berbeda. Kini Jeny adalah putri salah seorang pembesar yang tinggal di kota ini, sedangkan Festus kini, hanyalah seorang pegawai biasa di salah satu kantor Pemerintah, tentu bukan lagi levelnya.
Gooollllllllllllll...... Biooooooooooooo biooooooooooooooooooooooo gooolllllllllllllllllll
Stadion bergemuruh dan teriakan para penonton seketika membuat Festus tersadar dari lamunannya, di penghujung babak ke 2 Bio Paulin, berhasil merobek gawang lawan dengan sundulan mautnya.
Cepat cepat Festus berdiri, bergegas meninggalkan stadion Mandala, walaupun pertandingan masih tersisa 10 menit lagi.
Festus malu, Festus minder, Festus kuatir bila terjadi pertemuan dengan Jeny di stadion ini.
Festus tak sanggup mengenang semuanya.
Laga di lapangan sudah tak dipikirkannya lagi, setidaknya 1:0 bagi Festus cukuplah.
Abe abe abe...... abe langsung...
langsung ka ?
io langsung..
berapa..
sepuluh ribu....
Sepanjang perjalan pulang, pikiran Festus menerawang jauh...
"kenapa sa tra menyapa Jen saja ee"
"de juga ada liat sa ka tidak e"
Festus menyadari... cintanya pada Jen adalah cinta sejati.
meski Festuslah yang bersalah kala itu, dan meskipun waktu sudah bergulir jauh dari masa lalu,
ternyata masih ada.... getar getar rindu yang tersisa.
Jeny pun sebenarnya sempat melihat ketika Festus akan meninggalkan stadion, namun gegap gempitanya stadion dan padatnya Penonton membuat jeny tidak bisa apa apa.
Jen hanya menatap dari kejauhan, dalam hati kecilnya Jen berkata :
"kk.... ko kurus sampe, siapa yg urus ko ka ?"
"kenapa ko menghindar dari saya ?"
"Trada yang bisa gantikan kk ko, sa masih sayang kk"
Andai Festus tau isi hati Jeny..... namun apa hendak dikata...
Dalam laut dapat di duga..dalam hati siapa tahu.
--------------
Dua tahun sudah Sejak pertemuan kembali di Lapangan Mandala, Festus mengubur dalam dalam semua perasaannya kepada Jenny sang mantan, yang begitu membekas dihatinya. Kemarin ketika ada sebuah acara seluruh kabupaten dan kota di Kantor Gubernur, mereka bersua kembali, Jenny makin mempesona, dan Festus semakin tidak mampu memendam kegalauan hatinya.
Sang mantan yang dulu pernah menggoreskan kisah indah kehidupan. Andehh... Festus hanya bisa menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya bersama kepulan asap cigaret kegemarannya.
Hari ini di stadion Mnndala, dalam sebuah pertandingan Persipura yg sangat ramai, tanpa disangka dan diduga, tempat duduk Festus berdampingan tepat dengan Jeny dan saudara saudara. Sepanjang pertandingan yang menarik dan gegap gempitanya stadion Mandala, Festus tenggelam dalam angannya. Rasa bersalah, rasa ingin bersama, rasa malu dan rasa tidak berdaya bercampur jadi satu membuat Pikiran Festus melayang jauh melintasi tanjung kayu batu, jauh..jauh tinggi entah mungkin hingga ke negeri Vanuatu nun jauh di sana dibalik awan.
Jenny pun nampak suprise dan kaget mendapati mereka bisa duduk berdampingan di stadion Mandala. Sebuah kebetulan yang membuat hati Jenny berbunga bunga, namun semuanya itu disimpannya dalam hati. Sebagai wanita dewasa kini, jenny tau bersikap, lagi pula jenny tidak sendiri kini, dikelilingi ipar ipar dan saudara membuat jenny harus menjaga sikapnya dgn baik.
Saling melempar senyuman secara formal, bagi Festus sudah lebih dari cukup. Senyum yang dulu pernah begitu membuat Festus mabuk kepayang.
Dalam hatinya Festus bergumam " jenn..... Andai ini dulu..... Tong dua pasti su berpelukan mesra.". Ah Festus makin tenggelam dalam hayalannya pada memory indah dimasa yang sudah lewat.
Festus tidak menonton pertandingan sendiri, kali ini dia mengajak putera kebanggaannya yg baru berumur 5 tahun sebagai teman dan sahabat yg selalu menjadis penghibur dalam kepenatan hidupnya.
Sepanjang pertandingan Jenny menawarkan berbagai macam kue, coklat, minuman kaleng pada sang buah hati Festus.
"Mau coklat ? Ambil sayang, ini ada fanta", tawar Jenny kepada putra Festus.
Festus tak kuasa menolak semua itu demi menjaga kewajaran suasana dan juga menyadari bahwa anaknya begitu menyukai cokelat dan fanta. Memang tidak banyak kue dan minum yang bisa dibeli Festus ketika nonton bola, sudah bisa membeli karcis di tempat terbaik saja sudah merupakan pencapaian besar bagi Festus. Betapa tidak, sebagai pegawai negeri rendahan di sebuah instansi pemerintah, di tengah kesederhanaan dan kekurangan, Persipura adalah segalanya. Sebagian gaji yang pas pasan disisihkan demi membeli karcis, bagi Festus, biar tra punya apa-apa tapi masih ada Persipura.
Singkat cerita pertandingan pun usai dan para penonton mulai beranjak meninggalkan lapangan Mandala. Demikian juga Festus dan putranya, saling bersalaman seadanya dengan Jenny dan ipar iparnya. Semua gejolak perasaannya di stadion Mandala disimpannya dalam dalam.
"Biarlah ..smua su berlalu...... Lihat ini anak laki-laki gagah yg bersama ko Festus, jang menghayal takaruang lagi". Festus bicara pada dirinya sendiri.
Ditempat parkiran motor sang putra berujar dengan riang :
"Bapa..tadi tanta yg disebla kitong dua tu, de kasih kk uang, baru de bilang nanti su pulang baru kase tau bapa, tanta de bilang kk harus sayang bapa, Sambil mengeluarkan lembaran 100 ribu yang tersusun rapi dan diikat karet dari dalam saku celananya.
Festus kaget sambil menghitung lembaran uang ini, 3 juta rupiah. Memang 3 juta bagi jenny yang kini adalah anak petinggi di tanah ini, bukanlah jumlah yang luar biasa, tapi bagi Festus....wahhhhh....ingin marah, malu, merasa sedih atau juga bahagia..semua berkecamuk di dalam dada. Betapa tidak, meski seorang pegawai rendahan Festus menanamkan pada anaknya untuk hidup mandiri tidak boleh tergantung pada belas kasihan orang lain, di sisi lain kata kata Jenny lewat anaknya ini begitu menusuk kalbunya.
Achh....cepat cepat dipakainya helm untuk menutupi matanya yang mulai berkaca kaca....."mari tong dua pulang..mama su tunggu"
Senin, 29 Januari 2018
Penambangan Liar Sedang Beroperasi Di Korowai, Boven Digoel Papua
![]() |
| Doc. Ist |
Boven Digul - Ada pencuri emas turun dengan menggunakan heli (Hevilift) di dalam hutan rimba Korowai di kepala sungai Deiram Hitam. Mereka mencoba mengajak warga untuk bekerja sama, lalu mereka menyerahkan hutan tanah mereka dibongkar untuk melakukan Penambangan Liar.
Dan menurut keterangan dari Barto (seorang pemudi Korowai yang membawa gambar foto ini) dia menjelasakan ada sekitar 50-an orang Non-papua yang bersama-sama dengan warga Korowai yang melakukan aktifitas pendulangan.
Barto sangat kawatir terhadap aktifitas pendulangan di sana dan juga di lokasi ini mereka membuat tempat pendaratan Heli.
Menurut barto Heli yang para pendulang gunakan untuk melakukan mobilisasi ke Korowai adalah heli warna Putih, dia juga belum tau pasti nama heli itu dari perusahaan mana.
Aktifitas pendulangan di tempat ini sudah berawal sejak pertengahan Tahun 2017, namun sampai saat ini belum ada kebijakan atau perintah dari pemda setempat; apakah diusir atau tetap di ijinkan.
Saya berharap rombongan itu bisa diusir. Kalau ada emas di daerah Korowai kami harus atur supaya emas tersebut akan jadi manfaatnya orang Korowai sendiri dan bukan orang asing.
Amsal 22:23-23: "Janganlah merugikan orang miskin, hanya karena ia lemah; dan di sidang pengadilan janganlah memperkosa hak orang yang tak berdaya. Sebab, TUHAN akan membela perkara mereka dan mencabut nyawa orang yang menindas mereka."
Penulis : Penginjil Daerah Koriwai
Sumber : Fb

















