 |
| Foto : Sebagian penghuni asrama pemontokan Migani Nduni Kotaraja Luar Jayapura saat foto bersama depan asrama. |
Jayapura | ESBATU Papua - Mahasiswa Jayapura yang menempati Asrama Intan Jaya Kota Raja Luar Jayapura berharap pemda Intan Jaya menepati janjinya terkait backing asrama permanen Kota Raja (Jumat, 12/08/2017)
Kesra Intan Jaya, "Pak Titus Agimbau telah mengunjungi asrama Migani Nduni dan melihat langsung situasi dan kondisi asrama beberapa bulan yang lalu. Dalam kunjungannya mengatakan, dirinya berjanji akan mengajukan Asrama tersebut langsung pengolahan dari tangan PEMDA, dan akan mengirim tukang-tukang untuk merenovasi gedungnya. Namun sampai saat ini masih belum ada informasi terkait janjinya," kata Yunus, saat diskusi mengenai asrama (12/08/2017) di Kotaraja.
"Jangan dikasih bahasa perjanjian lalu dibiarkan begitu saja, tetapi dinyatakan dengan mengambil tindakan yang kongkret dan terbaik untuk merenovasi asrama kami, karena faktor pendukung utama untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia adalah memiliki fasilitas tempat tinggal yang baik sebagai tempat menganyam pendidikan", lanjut Yunus.
Kami penghuni asrama perang pemerintah daerah (kesra), sudah sampai dimana untuk menepati janjinya? Kapan mau tepati janjinya? Apakah Janjinya sudah lupa atau masih ingat? “Berbagai macam pertanyaan muncul di tengah penghuni saat itu. Salah seorang senior, linus mengatakan, Asrama Migani Nduni yang dihuni oleh pelajar dan mahasiswa Kabupaten Intan Jaya, mengalami kerusakan parah akibat gedungnya yang sudah tua. Kerusakan gedung asrama tersebut bukan baru terjadi, namun sudah dari tahun 2011/2012 terjadi tanah longsor di bagian belakang asrama sehingga tehel dan dinding sudah mulai retak pada tahun itu. Hingga saat ini ditahun 2017, penghuni asrama masih terus mengalami ketidak-nyamanan dalam melaksanakan aktivitas belajar dan tugas lainnya.
Setiap kali hujan, udara masuk dari celah dinding dan tehel yang retak akhirnya penghuni sering membiarkan aktivitas utama untuk mengamankan barang-barang penting dan membersihkan seluruh ruang lantai satu yang dimasuki udara tersebut. “kata Linus yang sering dipanggil Linome. Ia melanjutkan, Asrama tersebut termasuk asrama yang paling besar dan jumlah penghunipun sekitar 40 lebih orang. Penghuni asramanya terdiri dari mahasiswa yang kuliah di STIE Port Numbay, UNCEN, Ottow Geysler, STIKOM dan pelajar yang bersekolah di SMK Kotaraja Dalam.
---------------------
Jayapura, 2018
0 komentar:
Posting Komentar
Harap Berikan Komentar Yang Membangun Dan Wajar, Terima Kasih.