Selamat datang, amakanie..!

"Suara dari Gunung Esbatu"

Jumat, 26 Januari 2018

Menanggani GIZI BURUK Kabupaten Dogiyai Melibatkan Semua Lintas Sektoral

Photo : Ilustrasi anak gizi

Kasus gizi buruk di Asmat membuat saya terbayang kembali sejak itu tahun 2012. saat itu sa bertugas di salah satu Puskesmas Pembantu (PUSTU) di daerah terpencil. saya melayani kurang lebih 3 kampung yang ada di distrik Mapia. saya punya pasien namanya An. MT berusia 2 tahun yang juga mengalami Gizi Buruk karena kekurangan energi protein (khwasiorkor). berbagai upaya preventif dan promotif sudah menjadi program yang dilakukan seperti mulai dari pemberian vitamin A setiap enam bulan dan penimbangan bayi dan balita setelah itu diberi bubur kacang hijau dll. selain itu, kasus gizi buruk ini, saya pernah lapor ke puskesmas dan dinas kesehatan Dogiyai tetapi kandas. saya membeli susu formula SGM pake uang pribadi, lalu mengantar ke anak itu, pada saat saya tanya warga rumah dari balita An. MT. warga disitu bilan anak itu telah meninggal tadi malam. ketika saya mendengar An itu telah tidak mampu menahan ajalnya, pada saat itu hati saya tercabik-cabik.

kita bicara gizi itu bukan sepenuhnya tanggung jawab orang kesehatan, tetapi tanggung jawab keluarga sepenuhnya dalam menyedikan menu makan setiapa hari yang terdiri dari karbohidrat itu : Ubi, keladi, sagu. Vitamin itu bisa didapat dari : sayur dan buah-buahan. Sementara protein itu didapat dari, Ikan, telur, dagin. ini makanan yang seharusnya kita makan setiap hari.

kalau bisa dinas-dinas terkait seperti : Peternakan, perikanan, perkebunan punya program yang benar-benar melihat dan menyediakan kebutuhan akan pangan atau gizi masyarakt Dogiyai.
Misalkan Dinas Peternakan sendiri punya program khusus dalam beternak ayam, ini tujuanya menghasilkan telur sebanyak-banyaknya karena telur itu punya protein yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Dogiyai. jangan kita berpikir kebutuhan ekonomi seperti beternak babi 1 tahun kemudian kita dapat hasil, yaitu uang, sementara kebutuhan gizi yang di butuhkan setiap hari, tidak.
sementara itu dinas perikanan berupaya dalam budidaya ikan mas, ikan nila, ikan lele, ikan mujair dan laian-lain. ini semua demi memenuhi kebutuhan gizi masyarakaat dgiyai selai itu dapat meningkatkan kesejahteraan ekonimi bagi masyarakat Dogiyai.

kebutuhan gizi terpenuhi masyarakat Dogiyai Sehat. kalau ko makan makanan bergizi setiap hari ko tidak akan cari obat ke Puskesmas.

Penulis : Niko Tigi
Sumber : Dogiyai News
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Harap Berikan Komentar Yang Membangun Dan Wajar, Terima Kasih.

Definition List

Unordered List

ESBATU Papua! Gubuk Berita | Opini | Hiburan | Kisah ...

Support

gridpost/Papua