Selamat datang, amakanie..!

"Suara dari Gunung Esbatu"

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 03 Maret 2018

Mahasiswa Intan Jaya Se-Indonesia Mempertanyakan Dana Operasional Dari Pemda Intan Jaya Papua

Doc. Mahasiswa IJ, Waena Jayapura
Mohon Perhatian Pemda Intan Jaya

Masalah pendidkan yang kita bicara kalau tanpa SDM pada prinsipnya sia-sia. Terutama dalam mempersiapkan generasi penerus kabupaten maupun provinsi. Berawal dari  pada itu realita yang terjadi di kalangan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam hal ini  (KESRA) dimanakah  tugas dan tangung jawab yang diberikan oleh pemerintah daerah (BUPATI), kepada bapak KESRA kabupaten Intan Jaya sehingga mahasiswa jadi korban.

Dimanakah uang operasional bagi setiap kota study yang pernah pemerintah daerah alokasikan melalui sidang anggaran untuk mahasiswa?

Pertanyaan demi pertanyaan dari setiap mahasiswa selalu hadir, baik secara langsung maupun tak langsung.
Namun dimanakah orang tua mahasiswa, KESRA Intan Jaya???
Kalau kita klasifikan masalah tingkat mahasiswa itu sangat rumit sehingga  perlu sadar diri  terutama dalam tugas yang diberikan pemerintah daerah kepada kabag kesra  selaku penangung jawab terhadap mahasiswa.

Salah satu contoh bahwa kesra tidak bertangung jawab atas mahasiswa adalah dimana sekarang mahasiswa pelajar kota study Jayapura Kabupaten Intan Jaya ( IPMI-J), LAMPU sebagai alat penerangan dicabut karena pembayaran listrik lima bulan belum bayar. Ini aneh tapi nyata karena tanpa lampu mahasiswa tak akan melakukan aktivitas sperti biasa. Apalagi sekarang kuliah pada aktif semua, maka kami mahasiswa kota study Jayapura meminta kepada pihak yang berwenang (KESRA) segera ambil ahli untuk proses permasalahan listrik ini.

Di Jayapura hari Jumat Tgl 02/03/2018
Pihak PLN Datang Memutuskan Meteran Lampu dengan Alasan Bahwa Selama 5 Bulan Belum Bayar Uang Lampu.

Penulis: mahasiswa/I IPMI-J se kota study Jayapura.

Share:

Rabu, 14 Februari 2018

Cerita Sekelompok Anak Burung Pipit



Senjah mulai sinar berkemerahan dipandulkan oleh planet Mars Pemandangan Hamparan sawah dibagian paling selatan.

Sekempok burung pipit bergerumu dalam rerumputan yang dibiarkan tumbuh oleh para petani.

Karena waktu roda terus berputar, sinar sang surya yang tadinya dengan indah terus bergeser dari pandangan mereka dan mulai menghilang ke balik bukit yang berdiri memanjang di hamparan sawah bagian Barat.

Sehingga pemandangan yang indah tadi mulai berubah, semua sudah mulai sunyi,sinar tak lagi memihak, kicauan mereka pun tak lagi terdengar, hati mulai cemas dan ingin mencari tempat berlindung yang lebih aman tapi mereka tak mampu terbang karena sayapnya belum sempurna, tapi entah bagaimana mereka bisah ada ditempat ini.

Pemandangan indah tadi telah berubah total, raja_raja gelap mulai mengubah mereka, yaitu kecemasan, keraguan,ketakutan,kedinginan, kelaparan, dan masih banyak lagi, karena itu mereka pun tampak kicauan diam dan membisu menikmati situasi itu, sambil hening tak tahu apa yang mereka heningkan.

Mungkin mereka ingin minta tolong ke induknya, melalui bahasa isyarat tapi mungkin tak akan tercapai, karena tak tau induknya berada dimana.

Waktu terus berjalan, raja-raja malam mulai menguasai, tapi mereka seolah tak saling meninggalkan dan tak ingin kehilangan satu sama lain menikmati situasi malam itu.

Situasi dan waktu terus berlomba untuk menguasai, saat itu muncullah sang kunang kunang menghiasi sang gelap dengan sangat indah, seolah olah menguatkan mereka, dan saat itu datanglah sang kunang kunang berbisik kepada mereka, “Janganlah kalian cemas terhadap sang gelap, karena tampa dia aku tak akan seindah yang kalian pandang, dan tampa aku sang gelap tak akan indah untuk kalian pandang”.

Sebab itu nikmatilah dan tidurlah dengan mimpi yang indah, besok pagi Sang surya akan menjemput kalian untuk memandang dunia yang lebih luas...
Kata ” Sang Kunang kunang”

Penulis : Nayaju FS

KIRIM KOPI JAWAILA INTAN JAYA KE SUMATRA UTARA

Share:

Kamis, 08 Februari 2018

Solidaritas Peduli Pilgub Papua Menggelar Aksi Damai di Kantor DPRP

Korlap Solidaritas Peduli Pilgub Papua 2018-2023, Saat Menyerahkan Aspirasi kepada Pihak DPRP, di depan kantor DPRP.

JAYAPURA - Solidaritas Peduli Pilgub Papua 2018-2023, menggelar aksi damai di Kota Jayapura, Kantor DPRP Propinsi Papua, Kamis, 8/2/2018.

Dalam orasi politik dari perwakilan wilayah adat Saireri mengatakan, pihaknya mengutuk keras kerja oknum-oknum tertentu baik buatan jakarta maupun daerah yang sedang bermain untuk menggagalkan pemilihan gubernur di tahun ini.

Setelah menyampaikan orasi politik dari perwakilan 7 wilayah adat di Papua, Kordinator Aksi membacakan susunan Aspirasi, langsung diserahkan ke pihak Lembaga DPRP agar dapat menindaklanjutinya.

Ini salah satunya adalah :
1. Tolak PANSUS DPRP Papua
2. Mendukung KPU papua melanjutkan tahapan Pilgub papua
3. MRP segera melakukan verifikasi keaslian orang asli Papua terhadap kedua pasangan calon.

DPRP berjanji akan jadikan bahan diskusi dalam rapat yang akan diselenggarakannya sebentar bersama MRP, KPU Propinsi, Petinggi Militer untuk tindak lanjuti. Dan akan tetap melaksanakan pemilihan gubernur Papua dengan damai dalam jadwal yang ditentukan oleh pusat.

Setelah itu masa aksi membubarkan diri dengan tertip dan kembali ke tempat masing-masing sesuai arahan kordinator.
Share:

Rabu, 07 Februari 2018

Laporan Dugaan Kasus Korupsi Rumah Sehat Layak Huni Kabupaten Intan Jaya Akan Ditelaah Kejaksaan Negeri Nabire

Doc. Ist

Intan Jaya - Pasca melayangkan laporan terkait dugaan korupsi pembangunan Rumah Sehat Layak Huni yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Intan Jaya pada tahun anggaran 2016, 22 Januari 2018 lalu, Tim Pemantau Keuangan Negara (PKN) kabupaten Intan Jaya, kembali melakukan pengecekan terkait tindak lanjut laporan tersebut.

Pengecekan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Tim PKN Intan Jaya, Melianus Duwitau, dan diterima oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksan Negeri Nabire, Rachman Tulus SH.

Dikatakan Melianus Duwitau, laporan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Nabire dan sedang ditelaah, dan berdasarkan hasil penelaah tersebut, Kejaksaan Negeri Nabire akan membuat nota dinas untuk diteruskan ke Kepala Kejaksaan Negeri Nabire untuk dibuatkan surat perintah penyelidikan.

Lebih lanjut, Melianus menuturkan bahwa Kejaksaan Negeri Nabire meminta pihaknya untuk melakukan pengecekan kembali pada hari kamis 8 Februari 2018 atau pekan depan.

Seperti diketahui, Tim PKN kabupaten Intan Jaya, melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Intan Jaya pada pembangunan Rumah Sehat Layak Huni di Distrik Hitadipa, sehingga merugikan negara sebesar 9 Miliar lebih.

Melianus Duwitau yang didampingi Ketua II PKN kabupaten Intan Jaya, Misael Maisini, berharap, laporan ini bisa ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Nabire, dan jika benar ada dugaan korupsi dalam proyek tersebut, maka mereka yang terlibat bisa segera diproses demi pemberantasan tindak pidana korupsi yang menyengsarakan rakyat.

Sumber : Nabire.Net
Share:

Selasa, 30 Januari 2018

Getar Rindu Yang Tersisa


Mandala langung...mandala langsung
Teriak kondektur taksi jurusan Abe - terminal Entrop.

Hari sabtu ini ada pertandingaan sepakbola antara Klub Kebanggaan Kota ini Persipura Jayapura melawan salah satu klu sepakbola dari Jawa.
Seperti biasanya bila ada pertandingan sepakbola maka Taksi taksi dari berbagai jurusan diberi kebebasan untuk keluar trayek,langsung menuju lapangan Mandala untuk mempermudah para Penonton yang biasanya sangat banyak dari berbagai Penjuru Kota Jayapura maupun dari Kota kota lain di seluruh Papua.

Seluruh Kota akan terlihat berwarna merah, warna khas Persipura, ketika Persipura bertanding pada hari tersebut.
Begitulah keadaannya, prestasi dan gelar gelar yg melambungkan nama Persipura Jayapura hingga sampai di level Asia membuat masyarakat begitu bangga dengan tim ini, ya bukan saja masyarakat Jayapura, namun seluruh masyarakat Papua merasa ikut memiliki Tim yang satu ini.

om masih bisa ka ? teriak Festus yang berteduh di depan sebuah toko di lingkaran abe, tempat taksi Jurusan terminal entrop sering menurunkan dan menaikkan penumpang.

masih ada satu tapi, ekonomi...
trapapa, sa tra mau terlambat..

dialog singkat antara Festus dan Kondektur di siang yang terik itu.  ekonomi yang dimaksud kondektur adalah istilah untuk tempat duduk tambahan di pinggir jendela. walau tempat duduknya tidak senyaman tempat duduk yang lain di dalam taksi, namun bayarannya tetap sama, dan banyak penumpang tidak mempersoalkannya.

Taksi di kota Jayapura, seperti layaknya hampir di seluruh Papua, adalah sebutan untuk angkutan umum seperti minibuds atau starwagon maupun yang berukuran lebih kecil lagi, jauh dari nyamannya taksi di pulau jawa.

Baju kaos merah, kaca mata riben (Ray Ban), topi, celana Jins dan sepatu kets, walaupun hanyalah baju baju lama, namun sisa sisa ketampanannya membuat tampilan Festus cukup baik. tidak lupa kantong plastik kecil berisi rokok, pinang dan air putih. lengkaplah sudah.

Festus sebagai salah satu penggemar Persipura selalu berusaha meluangkan waktu untuk menonton setiap kali tim kesayangannya berlaga di stadion Mandala Jayapura.

Begitu tiba di Stadion Mandala, Festus segera mengambil tempat duduk sesuai nomor yang tertera di Karcis yang dibelinya beberapa hari yang lalu. Tribun utama bagian kanan, di deretan paling belakang. posisi yang paling disukai Festus karena aman bila tiba tiba hujan, juga strategis untuk pantau pantau kiri kanan, hahahaha.

Seperti biasa, sebelum laga dimulai, stadion Mandala selalu bergemuruh dengan lagu lagu Papua pembakar semangat yang diputar menggelegar di seluruh stadion, membuat siapapun yang datang langsung menonton di Lapangan mandala, seolah olah terbius, terbawa dalam semangat yang luar biasa, semangat memiliki Tim hebat, yang selalu menjadi favorit Juara, semangat memiliki
Stadion di tepi pantai dengan latar tanjung kayu batu nan indah mempesona.

FIFA fairplay anthem pun berkumandang,mengirimi tim Persipura dan Tim Tamu memasuki lapangan. Tepuk tangan, standing Applaus dan teriakan kebanggaan menggelegar, benar-benar  suasana yang penuh semangat.

Sebagai seorang pegawai rendahan di sebuah Kantor Pemerintah, Pertandingan sepakbola adalah pelipur lara, dikala harus bekerja banting tulang setiap saat, Menonton sepakbola di hari sabtu, sangat tepat bagi Festus untuk melepas letih hidupnya, keluar dari rutinitas sehari hari.

Pertandingan berjalan begitu seru, saling jual beri serangan, teriakan teriakan Penonton memanggil manggil nama pemain idolanya membahana sepanjang pertandingan.

Biooooooo....biooooooo...
qu cenggg.......qu cengggg......
teriakan teriakan penonton disekeliling makin membuat suasana begitu bersemangat.

Babak pertama pun diakhiri dengan skor kaca mata ( 0:0 ). Festus beristirahat sejenak, makan pinang dan isap rokok, sambil sesekali melihat hilir mudik penonton yang hendak beristirahat sejenak.

Tanpa sadar, tatapan Festus terpaku pada deretan tempat duduk VIP bagian tengah, seorang gadis manis dgn rambut keriting yang tertata rapih, sedang asing bercanda ria dgn beberapa gadis lain dan beberapa pemuda disekitarnya.

senyum itu........
mata itu.....
leher indah itu.....
gaya tertawa dan bercandanya.....

Festus tersadar, dialah Jeni.
ohhhh makin manis, makin cantik, andehhhhh sioooo sa pu sayang dulu....
ohhhhhhh ujar festus dalam hati

Festus hapal benar tentang gadis ini, betapa tidak, Jeni adalah teman smanya dahulu, Jenilah cinta pertamanya...
hubungan percintaan yang pernah begitu indah sejak di bangku kelas 1 hingga kelas 3 sma bahkan berlanjut di bangku kuliah ketika mereka berdua sama sama menempuh perkuliahan di tanah jawa.

Jantung Festus berdegup kencang, ingin rasanya menyapa, namun perasaan malu dan tidak percaya diri membuat Festus mengurungkan niatnya.

Pikirannya jauh menerawang ke masa-masa lampau, Jeni yang cantik begitu menyayanginya. Festus adalah pujaan hati, bagi Jeni kala itu Festuslah segala galanya. Festuslah yang mengenalkan Jeni pada arti cinta dan nikmatnya masa remaja.

Festus yang memang cerdas sejak masa sekolah dulu, ditambah dengan wajah yang ganteng, tentu saja menjadi idola banyak teman sekolah kala itu.

Festus makin malu, mengingat semua itu, meninggalkan Jeni yg begitu menyayanginya hanya karena
tergoda cinta sesaat seorang teman sekolah yg lain.  Masih teringat kala itu, Jeni menangis ketika Festus meminta putus dengannya.

Kini, Jeny nampak begitu bahagia, dari senyumannya, tawanya, ahhhh Festus makin menjadi ragu, ketika menyadari bahwa Jeny yang sekarang sudah jauh berbeda. Kini Jeny adalah putri salah seorang pembesar yang tinggal  di kota ini, sedangkan Festus kini, hanyalah seorang pegawai biasa di salah satu kantor Pemerintah, tentu bukan lagi levelnya.

Gooollllllllllllll...... Biooooooooooooo biooooooooooooooooooooooo gooolllllllllllllllllll

Stadion bergemuruh dan teriakan para penonton seketika membuat Festus tersadar dari lamunannya, di penghujung babak ke 2 Bio Paulin, berhasil merobek gawang lawan dengan sundulan mautnya.

Cepat cepat Festus berdiri, bergegas meninggalkan stadion Mandala, walaupun pertandingan masih tersisa 10 menit lagi.
Festus malu, Festus minder, Festus kuatir bila terjadi pertemuan dengan Jeny di stadion ini.
Festus tak sanggup mengenang semuanya.

Laga di lapangan sudah tak dipikirkannya lagi, setidaknya 1:0 bagi Festus cukuplah.

Abe abe abe...... abe langsung...
langsung ka ?
io langsung..
berapa..
sepuluh ribu....

Sepanjang perjalan pulang, pikiran Festus menerawang jauh...
"kenapa sa tra menyapa Jen saja ee"
"de juga ada liat sa ka tidak e"

Festus menyadari... cintanya pada Jen adalah cinta sejati.
meski Festuslah yang bersalah kala itu, dan meskipun waktu sudah bergulir jauh dari masa lalu,
ternyata masih ada.... getar getar rindu yang tersisa.

Jeny pun sebenarnya sempat melihat ketika Festus akan meninggalkan stadion, namun gegap gempitanya stadion dan padatnya Penonton membuat jeny tidak bisa apa apa.

Jen hanya menatap dari kejauhan, dalam hati kecilnya Jen berkata :
"kk.... ko kurus sampe, siapa yg urus ko ka ?"
"kenapa ko menghindar dari saya ?"
"Trada yang bisa gantikan kk ko, sa masih sayang kk"

Andai Festus tau isi hati Jeny..... namun apa hendak dikata...
Dalam laut dapat di duga..dalam hati siapa tahu.
--------------

Dua tahun sudah Sejak pertemuan kembali di Lapangan Mandala, Festus mengubur dalam dalam semua perasaannya kepada Jenny sang mantan, yang begitu membekas dihatinya. Kemarin ketika ada sebuah acara seluruh kabupaten dan kota di Kantor Gubernur, mereka bersua kembali, Jenny makin mempesona, dan Festus semakin tidak mampu memendam kegalauan hatinya.
Sang mantan yang dulu pernah menggoreskan kisah indah kehidupan. Andehh... Festus hanya bisa menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya bersama kepulan asap cigaret kegemarannya.

Hari ini di stadion Mnndala, dalam sebuah pertandingan Persipura yg sangat ramai, tanpa disangka dan diduga, tempat duduk Festus berdampingan tepat dengan Jeny dan saudara saudara. Sepanjang pertandingan yang menarik dan gegap gempitanya stadion Mandala, Festus tenggelam dalam angannya. Rasa bersalah, rasa ingin bersama, rasa malu dan rasa tidak berdaya bercampur jadi satu membuat Pikiran Festus melayang jauh melintasi tanjung kayu batu, jauh..jauh tinggi entah mungkin hingga ke negeri Vanuatu nun jauh di sana dibalik awan.

Jenny pun nampak suprise dan kaget mendapati mereka bisa duduk berdampingan di stadion Mandala. Sebuah kebetulan yang membuat hati Jenny berbunga bunga, namun semuanya itu disimpannya dalam hati. Sebagai wanita dewasa kini, jenny tau bersikap, lagi pula jenny tidak sendiri kini, dikelilingi ipar ipar dan saudara membuat jenny harus menjaga sikapnya dgn baik.
Saling melempar senyuman secara formal, bagi Festus sudah lebih dari cukup. Senyum yang dulu pernah begitu membuat Festus mabuk kepayang.
Dalam hatinya Festus bergumam " jenn..... Andai ini dulu..... Tong dua pasti su berpelukan mesra.". Ah Festus makin tenggelam dalam hayalannya pada memory indah dimasa yang sudah lewat.

Festus tidak menonton pertandingan sendiri, kali ini dia  mengajak putera kebanggaannya yg baru berumur 5 tahun sebagai teman dan sahabat yg selalu menjadis penghibur dalam kepenatan hidupnya.

Sepanjang pertandingan Jenny menawarkan berbagai macam kue, coklat, minuman kaleng pada sang buah hati Festus.
"Mau coklat ? Ambil sayang, ini ada fanta", tawar Jenny kepada putra Festus.

Festus tak kuasa menolak semua itu demi menjaga kewajaran suasana dan juga menyadari bahwa anaknya begitu menyukai cokelat dan fanta. Memang tidak banyak kue dan minum yang bisa dibeli Festus ketika nonton bola, sudah bisa membeli karcis di tempat terbaik saja sudah merupakan pencapaian besar bagi Festus. Betapa tidak, sebagai pegawai negeri rendahan di sebuah instansi pemerintah, di tengah kesederhanaan dan kekurangan, Persipura adalah segalanya. Sebagian gaji yang pas pasan disisihkan demi membeli karcis, bagi Festus, biar tra punya apa-apa tapi masih ada Persipura.

Singkat cerita pertandingan pun usai dan para penonton mulai beranjak meninggalkan lapangan Mandala. Demikian juga Festus dan putranya, saling bersalaman seadanya dengan Jenny dan ipar iparnya. Semua gejolak perasaannya di stadion Mandala disimpannya dalam dalam.

"Biarlah ..smua su berlalu...... Lihat ini anak laki-laki gagah yg bersama ko Festus, jang menghayal takaruang lagi". Festus bicara pada dirinya sendiri.

Ditempat parkiran motor sang putra berujar dengan riang :
"Bapa..tadi tanta yg disebla kitong dua tu, de kasih kk uang, baru de bilang nanti su pulang baru kase tau bapa, tanta de bilang kk harus sayang bapa, Sambil mengeluarkan lembaran 100 ribu yang tersusun rapi dan diikat karet dari dalam saku celananya.

Festus kaget sambil menghitung lembaran uang ini, 3 juta rupiah. Memang 3 juta bagi jenny yang kini adalah anak petinggi di tanah ini, bukanlah jumlah yang luar biasa, tapi bagi Festus....wahhhhh....ingin marah, malu, merasa sedih atau juga bahagia..semua berkecamuk di dalam dada. Betapa tidak, meski seorang pegawai rendahan Festus menanamkan pada anaknya untuk hidup mandiri tidak boleh tergantung pada belas kasihan orang lain, di sisi lain kata kata Jenny lewat anaknya ini begitu menusuk kalbunya.

Achh....cepat cepat dipakainya helm untuk menutupi matanya yang mulai berkaca kaca....."mari tong dua pulang..mama su tunggu"
Share:

Senin, 29 Januari 2018

Penambangan Liar Sedang Beroperasi Di Korowai, Boven Digoel Papua

Doc. Ist

Boven Digul - Ada pencuri emas turun dengan menggunakan heli (Hevilift) di dalam hutan rimba Korowai di kepala sungai Deiram Hitam. Mereka mencoba mengajak warga untuk bekerja sama, lalu mereka menyerahkan hutan tanah mereka dibongkar untuk melakukan Penambangan Liar.

Dan menurut keterangan dari Barto (seorang pemudi Korowai yang membawa gambar foto ini) dia menjelasakan ada sekitar 50-an orang Non-papua yang bersama-sama dengan warga Korowai yang melakukan aktifitas pendulangan.

Barto sangat kawatir terhadap aktifitas pendulangan di sana dan juga di lokasi ini mereka membuat tempat pendaratan Heli.

Menurut barto Heli yang para pendulang gunakan untuk melakukan mobilisasi ke Korowai adalah heli warna Putih, dia juga belum tau pasti nama heli itu dari perusahaan mana.

Aktifitas pendulangan di tempat ini sudah berawal sejak pertengahan Tahun 2017, namun sampai saat ini belum ada kebijakan atau perintah dari pemda setempat; apakah diusir atau tetap di ijinkan.

Saya berharap rombongan itu bisa diusir. Kalau ada emas di daerah Korowai kami harus atur supaya emas tersebut akan jadi manfaatnya orang Korowai sendiri dan bukan orang asing.

Amsal 22:23-23: "Janganlah merugikan orang miskin, hanya karena ia lemah; dan di sidang pengadilan janganlah memperkosa hak orang yang tak berdaya. Sebab, TUHAN akan membela perkara mereka dan mencabut nyawa orang yang menindas mereka."

Penulis : Penginjil Daerah Koriwai
Sumber : Fb
Share:

Minggu, 28 Januari 2018

Orang Papua Hidup Terancam di Negerinya Sendiri Dalam Bingkai NKRI

Penderita wabah campak pada anak di Asmat Papua.

Pada saat ini, Tanah Papua sedang berada dalam goncangan besar karena adanya tsunami kemanusiaan. Jutaan rakyat yang ada di atas tanah Papua di lepas pantai, pesisir, pedalaman, pegunungan menjerit, merinti, sedih dan tangis. Saban hari kita hanya bisa mendengar nyanyian dengan syair elegi karena tragedi kemanusiaan yg menimpa rakyat melanesia di Tanah Papua semakin lama semakin menua. Ratusan ribu orang menderita Karena penangkapan, penganiayaan, menyiksaan, pembunuhan.

Di Negara ini, setiap pemimpin di Papua kalau tidak racuni dan dimatikan selalu berakhir di terali besi. Dalam catatan harian, Tokoh2 Papua Melanesia yang hebat sebagai pejabat negara ataupun pemimpin rakyat tetap akan diracuni dan dimatikan Saraf. Sederet nama2 pemimpin besar dan kawakan sepeti: Yap Salosa, Theys Eluai, Agus Alua, Nataniel Badi, Wospakrik, Willem Mandowen, Pdt Awom, Abraham Ataruri, Jhon Rumbiak, Cosmas Pigai, Thom Beanal, Lukas Enembe dan lain2 adalah korbannya. Sementara rakyatnya ditangkap, dianiaya, disiksa, dibunuh saban hari tanpa henti. Sudah lebih dari ratusan ribu orang Papua mati sia2 di atas tanah airnya sendiri, Tanah Papua, bumi Melanesia.

Selama 3 tahun kepemimpinan Jokowi ini kita disuguhi informasi yang berlebihan tentang pembangunan Papua. Kehadiran Jokowi, pembangunan jalan, jembatan, gedung2 pencakar langit, jembatan yang melintasi laut, jalan-jalan bebas hambatan, rel kereta api. Kita juga dihipnotis dengan berbagai pemberitaan bahwa di Papua konektivitas darat, laut dan udara terjalin, kota-kota di Papua dmetamorfosis sepeti Jakarta, Yogya, Semarang dan Surabaya. Kata Jokowi ekonomi rakyat Papua makin membaik, derajat kesehatan lebih baik, pendidikan lebih baik. Jokowi presiden terbaik sepanjang Republik ini berdiri. Itulah jargon-jargon kunci media pendukung pemerintah termasuk Kompas selama ini.

Namun hari ini, fakta berbicara lain, kematian bayi akibat busung lapar, gizi buruk di Asmat yang dilis oleh Kompas ini sebenarnya telah memukul balik Presiden Jokowi bahwa semua yang diucapkan oleh pemerintah selama ini omong kosong. Berita Harian Kompas hari ini sebenarnya bisa jadi pintu masuk membuka borok pemerintah, kejahatan dan kematian tersembunyi rakyat Papua dibalik dibalik pencitraan yang berlebihan selama ini.

Secara fakta ada beberapa tragedi kemanusiaan terbesar terjadi di Papua selama kepemimpinan Negara Kesatuan Republik Indonesia (2014/2018):

1. Kasus Paniai 8 Desember 2014 telah tercatat sebagai kejahatan kemanusiaan (gross violation of human right) termasuk dalam kategori pelanggaran HAM Barat yang berkasnya sedang diproses dan terhenti di Komnas HAM. Kasus Paniai adalah salah satu hasil produk rejim kepemimpinan Joko Widodo, menitipkan peristiwa kelam baru bagi Bangsa ini karena itu sebagai kepala negaran tidak bisa lepas tanggung jawab (commander resposibilities). Bagaimana pun juga Negara Kesatuan Republik Indonesia menambah 1 berkas pelanggaran HAM berat di Komnas HAM.

2. Adanya; penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang, penyiksaan/penganiayaan (torture) dan pembunuhan (kilings) terhadap lebih dari 6 ribu orang Papua selama 3 tahun merupakan catatan negatif rejim Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jokowi tidak bisa menghindari sebagai kepala negara/kepala pemerintahan sebagai penanggungjawab komando (commander resposibilities).

3. Adanya dugaan terjadi genocida secara perlahan melalui berbagai kebijakan (slow motion genocide) di Papua berdasarkan hasil
Penyelidikan beberapa lembaga internasional bisa diduga apakah dengan sadar atau sengaja (by commision) atau lakukan Pembiaran (by ommision) oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Rentetan Kematian Bayi di Papua. Pada tahun 2015, kementerian sosial sunyi dan bisu mendengar kematian 71 Bayi Kecil di Kecamatan Mbuwa Kabupaten Nduga. Kematian yang kata. menteri Kesehatan adalah disebabkan oleh penyakit busung lapar dan kurang gizi, namun banyak laporan lain menyebutkan karena konsumsi makanan tertentu yang dibagikan okeh pihak2 luar. Sampai saat ini kematian 71 bayi meninggal suatu cerita misteri. Demikian pula tahun 2016 dan 2017 pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia seakan2 gelap dan buta atas kematian lebih dari 60 bayi di Kabupaten Deiyai. Kematiannya akibat kekurangan gizi dan busung lapar serta penyakit menular. Dan hari ini awal tahun ini kita juga menyaksikan kematian puluhan anak karena kekurangan gizi dan kelaparan di Asmat.

PAPUA Tidak Ada Masa Depan Di Bawah Indonesia
Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh.!

Penulis : N L

Share:

Definition List

Unordered List

ESBATU Papua! Gubuk Berita | Opini | Hiburan | Kisah ...

Support

gridpost/Papua