Selamat datang, amakanie..!

"Suara dari Gunung Esbatu"

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 09 Maret 2023

HARAPAN DAN SITUASI

"Puisi Kehidupan Cinta"

Penyair: Frengky Sondegau 

HARAPAN DAN SITUASI 

Suatu saat, tepatnya 2013 entah bulan apa dan tanggal berapa dua insan beradu pandang. Dengan berjalannya waktu, pandangan demi pandangan maka muncullah suatu perasaan, entah itu perasaan apa, namun yang dirasakan hanyalah bayangan yang membuat Rindu.

Dengan berjalannya waktu, Rindu pun berkepanjangan karena jarak. Maka Rindu itu tertumpuk, dan akhirnya berubah Menjadi Perasaan Cinta.

Pada posisi ini, Insan Kedua terima bersatu, dengan berbagai kekuatan perasaan, HARAPAN. Namun tidak kalah yang tertipu oleh otak dan keinginan hingga pasrah Menaruh HARAPAN pada Sang waktu. Maka suatu saat, hadirlah Seorang Bidadari kecil, untuk mempersatukan kedua Insan...

Bidadari kecil itu, mengikat kedua insan itu dengan kekuatannya, agar tidak mudah lepas hingga sang waktu menjemput keduanya.

Namun setelah dingin Bidadari kecil itu, ternyata semua perasaan itu tetap tertekan, akhirnya tersadar bahwa semua itu adalah roda kehidupan, yang dikendalikan oleh Sang SITUASI, maka sejak saat itu Benci menaru HARAPAN Kalao pada Akhirnya HARAPAN itu Akan tunduk di bawah kaki SITUASI.


Nabire, 9 Maret 2023

Frengky Sondegau 
Share:

Sabtu, 04 Maret 2023

Gedung Gereja Katolik Paroki Bilogai Yang Lama Dan Baru Beda Rasa

 

Gedung gereja lama, Paroki Bilogai (Dok. Lama)

-Adolf Esbatu Papua-

“Merasakan rindu pada sesuatu adalah hal yang tak terpisahkan dari setiap insani.  Terkadang rindu membangkitkan semangat dan terkadang juga rindu akan mematahkan roh penyemangat hidup. Rumah ibadah yang tampak pada foto di atas pun memiliki daya/kharisma khusus bagi setiap pribadi umat paroki Bilogai, Titigi , Bilai dan Mbugulo. Mereka akan mengungkapkan perasaan pribadi mereka ketika melihat foto gedung gereja tersebut". 

Gereja dengan motif lama itu memiliki kenangan yang tidak sedikit bagi umat Paroki yang tersebar di seluruh Intan Jaya. Terutama mereka yang tahun kelahirannya 80-an ke bawah. Pribadi saya yang kelahiran tahun 90; merasa bahwa Tuhan hadir benar-benar dalam hidup saya bahkan hadir di bumi Dugindoga-Kemandoga; ketika melihat gedung gereja itu. Kekuatan hubungan saya dengan Tuhan sangat terasa. Setiap perayaan yang dirayakan di gereja itu sangat terasa sakral. Selain dari cara menyampaikan sabda Tuhan oleh para pewarta/pendeta saat itu. Hidup memang terasa dekat dengan Tuhan, kala itu. 

Saya tidak tahu pengalaman anda sekalian terkait kesakralan gedung gereja Katolik Bilogai waktu itu. Kemungkinan para tete-nene terdahulu kita tidak pernah melakukan hal-hal yang bertolak belakang dengan ajaran gereja katolik. Misalnya, mereka tidak pernah melakukan aksi perang nyata di sekitaran gereja, paroki Bilogai atau sekitar lokasi misi Bilogai. Mungkin juga cara mereka menghayati tempat-tempat sakral, peralatan sakral, menghormati para pelayan Sabda Allah denga sungguh-sungguh dari lubuk hati sehingga berdampak pada rasa takut akan Tuhan bagi saya. 
Para Katekis dan Fr. John Bunai, Pr di Paroki Bilogai 
(Dokumen: Zonggonau Katekis)

Cara membangun gedung gereja pun mungkin dengan sepenuh hati; tanpa mengharapkan upah yang lebih. Soal itu, hanya para orangtua dulu yang tahu. Demikian umat Paroki Bilogai saat itu sangat merasa memiliki dengan Paroki Bilogai. 
Bagian altar Gedung Gereja Katolik Paroki Bilogai, sekarang (Dok. EB)

Perasaan saya secara pribadi tentang kesakralan gedung gereja yang baru. Saya merasa bahwa ada sesuatu yang kurang. Entah karena apa alasannya? Mungkin keyakinan saya pada Tuhan semakin melemah. Ya mungkinlah. 

Sejak setelah pembangunan gedung gereja Paroki Bilgai yang baru, saya merasakan hal-hal yang biasa-biasa saja. Perasaan itu khusus ketika melihat gedung gereja yang suci; tempat sabda Tuhan dibagikan dan lainnya. Semoga segalanya di lingkungan misi Bilogai tidak memudarkan kesakralannya dengan perbuatan kita umat Paroki Bilogai. Semoga pula kita tidak kehilangan roh kebaikan yang dulu pernah ada.

Terima kasih! 
Oleh. ESBATUPapua

Share:

Rabu, 01 Maret 2023

NYAWA ORANG PAPUA ADA HARGA?

 *HARGA DIRI "OAP" SAMA DENGAN UANG.*


Korban Mati Khasus Kerusuhan Di Wamena Pada 26 Februari 2023: 

--------------------------

*Suku Yali, Hubula, & Lanny* WAJIB MEMBACA Tulisan Singkat Ini, Kecuali *Suku Nduga, & Mee atau Suku-suku lain di Wamena.*

Harga denda 1 Nyawa Yang Mati = 5 Milyar

Harga denda 1 Korban Luka = 1 Milyar.

Sa baru tahu kalau nyawa manusia ada harga? Kalau nyawa kita bisa dibayar, berarti hidup kita tidak ada guna diatas tanah sendiri dibawah sistem Indonesia. Besok korban lagi, bayar lagi, besok korban lagi bayar lagi. Begitu saja terus sampai tidak sadar kita tinggal sedikit dan punah. Pelaku tidak pernah diusut karena memang pelaku adalah negara sendiri. 

Kalau Khasus Bade kemaren, 5 Milyar Keluar, keluarga korban dapat 200 Juta, sisanya yang ada dipinggir-pingiggir semua dapat untuk tutup mulut.  Kita dianggap rendah diatas tanah sendiri tapi masih mau sembah kekuasaan yang tidak ada artinya sama sekali bagi OAP. Begini-begini pantas kita layak dijajah, mati tanpa sadari apa yang sebenarnya terjadi dibalik semua ini. 

Nyawa dan harga diri OAP bisa dibeli dengan Rupiah. Itu artinya kita rendah, tidak dihargai, gampang dimusnahkan dan hidup konyol diatas tanah sendiri. Keamanan saja tembak masyarakat mati, amankan massa dengan hambur peluru ke badan orang, apalagi kita sendiri yang tiap hari baku cemburu gara-gara jabatan, rumah mewah, kerja bagus, gaji besar. Pantas habis cepat karena kita tidak berguna bagi negara dan kepentingannya. 

Transmigrasi dan PNS baru dari luar Papua akan datang isi ruang otonomi baru (DOB) karena kita tinggal sedikit, tidak mampu menjaga tanah dan harga diri. Tidak mampu bersaing secara sehat. Kemaren rapat dengar pendapat (RDP) banyak orang Papua pura-pura tuli, aksi tolak Otsus dan DOB juga sama pura-pura tuli & buta, terus sekarang mau tuntut pemerintah berikan hak..?? Itu konyol sekali. Tidak mungkin negara mau dengar. 

Orang yang miskin tetap miskin, yang mau hidup mapan pun menyendiri-menyendiri, tidak sibuk dengan orang lain dan terpisah-pisah (basis). Gaya hidup model begini jangan mimpi Papua ada masa depan yang baik. Masa depan yang baik hanya ada didalam Papua merdeka, didalam kesadaran penuh kalau orang Papua sedang dijajah depan mata, sedang dikuasai oleh kekuasaan yang menindas harkat dan martabat. 

Negara tidak ada urusan dengan  masukan, usulan, dan aspirasi murni. "Dia jalankan sistem untuk kuasai tanah Papua, bukan untuk memanusiakan manusia - OAP",  ini kenyataan yang benar. Jadi kalau ada berpikir nanti DOB dan Pemekaran kasih harapan hidup dan masa depan itu dia manusia yang setengah gila. Hari ini dusun-dusun di kampung seluruh marga kumpul untuk perusahaan bayar uang muka dan seterusnya. Setelah itu jangan mimpi tanah milik tuan dusun lagi. Tapi anda menjadi penonton setia (termarginal) di atas tanah adat & kekayaanmu sendiri sampai menderita dan mati bagai cacing kepanasan.

Ditengah kota orang baku potong, perselingkuhan, pencurian, isap aibon, ganja dll rumah lapuk-lapuk banyak dari tahun ke tahun ketemu yang sama saja masa tidak ada satupun pemuda, intelektual dan mahasiswa yang sadari hal ini. Semua takut bersuara yang benar ? Kalau takut mati, dan takut bicara kebenaran (realitas) , tidak usah sembah Tuhan Yesus, bikin malu diatas tanah sendiri. 

Kita-kita  OAP sekarang begini, tidak ada harganya !


Salam Sadar.!

Salam waras.!

Hidup Rakyat pejuang.!

#Free West Papua 


West Papua , Rabu 29 Febr. 2023| |pkl: 11:41 wpb.

Oleh: Jhon luck. edit n foto, admin: $@mp@ri.

Share:

Senin, 27 Februari 2023

11 WARGA SIPIL WAMENA TERTEMBAK

Prosesi pemakaman 11 jenazah korban meninggal di Wamena 

ESBATU Papua  - Dipastikan 10 orang tewas dalam korban rusuh isu penculikan di Sinakma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Pegunungan Papua, pada kamis (23/2/2023).

Sedangkan korban luka parah dalam kejadian tersebut berjumlah 18 orang.

Kepolisian Jayawijaya melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 9 orang. Akan tetapi pada Jumat (24/2/2023) yang lalu, satu korban yang dilarikan ke rumah sakit telah dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah korban tewas dalam insiden di Wamena menjadi 10 orang. Demikian dikutip dari kompas.com. 

Namun di media lain dinyatakan korban tewas sebanyak 11 orang. Artinya sumber informasi terkait insiden di Wamena masih belum disatukan informasinya. Terdapat dua versi informasi.

DPR Papua menyatakan: Pelaku harus dicopot dan diproses hukum.

Seorang anggota DPR Papua tampil di hadapan ribuan warga Wamena bahwa pelaku penembakan 11 korban tewas harus diproses hukum dan dicopot dari jabatan sebagai Kapolres Jayawijaya. "Kapolres Jayawijaya Wamena, jabatannya harus dicopot dan harus diproses hukum", tegasnya .

"Korban itu 10 orang (tewas), delapan dari masyarakat asli Papua dan dua dari pendatang. Ada juga korban luka-luka dari aparat 18 orang", jelas Irjen Mathius D Fakhiri di Mimika, Jumat, sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com, Sabtu ( 25/2/2023).

Menurut Fakhiri, personel di lapangan terpaksa melepaskan tembakan ke arah massa karena melakukan aksi pembakaran dan penyerangan ke aparat. Hal itu menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka.

“Ada 16 kena batu dan dua orang kena panah, salah satunya perwira polisi,” ujar Fakhiri.

Fakhiri mengatakan, saat ini pikinya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Kepolisian masih melakukan penyelidikan .


Sumber: kompas.com

Share:

Jumat, 24 Februari 2023

MENGENAL KOPI ARABIKA JAWAILA INTAN JAYA PAPUA TENGAH

KOPI ARABIKA  JAWAILA INTAN JAYA
PAPUA TENGAH INDONESIA

Kopi Arabika Jawaila Intan Jaya

ESBATU Papua |
Nabire – Kopi merupakan minuman sehari-hari sebagian besar orang di muka bumi ini. Petensi alam terutama budidaya kopi perlu ditingkatkan sebagai salah satu sumber pendapatan bisnis. Intan Jaya dikenal tidak hanya dengan adanya isu Emas Blok Wabu atau Konflik keamanan namun ada banyak potensi alamnya. Salah satunya Kopi Jawaila Intan Jaya yang belakangan ini sedang dipromosi oleh seorang anak muda Intan Jaya, Fren Sondegau (23/02/2023).

Dahulu, para misionaris Katolik membina umatnya untuk mengembangkan potensi alam Intan Jaya dengan mengajari umatnya untuk membudidayakan kopi, pertanian, kegiatan PKK dan lainnya terlepas dari tujuan utamanya mewartakan Injil Kristus Yesus. Setelah para misionari tersebut meninggalkan daerah penginjilan Intan Jaya, umat mereka tidak merawat lagi potensi yang telah diajarkan oleh misionaris.


Akhirnya muncullah seorang putra Intan Jaya Fren Sondegau dengan inisiatif sendiri untuk mengembangkan potensi kopi yang tida terawat lagi di wilayah Intan Jaya. “Sayangnya dengan usaha orang tua yang sudah menanam kopi tapi tidak rawat baik, khusunya di Bilai sehingga saya mau melanjutkan dengan inisiatif sendiri. Walaupun saya tidak tahu banyak tentang perawatan, proses pramentasi, pengolahan sampai pada tingkat siap dinikmati, saya mau mecoba sambil belajar. Agar kopi asli Intan Jaya ini (Jawaila) bisa menjadi salah satu kopi khas Intan Jaya”, kata Fren (19/02/2023).


“Saya ke Intan Jaya dengan mengendarai motor melalui Paniai. Walaupun jalan yang tidak pantas untuk dilalui dengan kendaraan beroda dua tetapi dengan kemauan dan tekad yang kuat, saya mampu melewatinya. Taruhan nyawa jika kita tidak hati-hati dalam perjalanan karena saya melewati sambil menyaksikan keadaan jalan trans yang terjal, longsor, bancir dan kita tahu medannya sangat rusak parah”, lanjutnya. Jalan trans Papua dari Kabupaten Paniai menuju Kabupaten Intan Jaya tersebut sangat memprihatinkan.


Belajar olah Kopi Intan Jaya
bersama Mas Jawa Nabire

Kemauannya sangat besar untuk terjun ke dunia usaha kopi. Dia sangat terbuka hati untuk menerima masukan, saran, kritik, dan bagi pengalaman dari siapa saja. Karena menurutnya, semua itu merupakan pembelajaran untuknya demi memperkaya diri tentang kopi. “Saya sangat bersyukur, jika ada yang membantu berbagi pengalamannya tentang mengolah kopi dengan baik dan benar. Karena itu saya bersyukur saat ini tanpa dugaan, saya bertemu Mas Jawa yang baik hati untuk membagikan ilmunya kepada saya di Jalan Medan, Nabire Papua Tengah (22/02/2023)”, syukuri Fren.


Mereka berbagi pengalaman dambil mengajari Fren cara yang baik dan benar mengolah kopi, yaitu sejak kopi ditanam, dirawat, dikuliti, dipermentasi, digoreng, digiling, disimpan hingga disajikan untuk dinikmati. Ternyata, banyak peminat kopi di nusantara ini yang sudah mulai melirik Kopi Jawaila Intan Jaya dengan berkat promosi melalui media sosial. *Kopi Khas Intan Jaya.

Lihat video Youtube di bawah ini!

Olah Kopi Asli Intan Jaya Papua Tengah "Jawaila" bersama Mas Jawa


Kopi☕ Asli Intan Jaya Papua Tengah, Paling Enak 2023


Share:

Selasa, 21 Februari 2023

Uskup Pertama Putra Asli Papua - Mgr. Yanuarius Teopilus Matopai You, Pr

 STOP KEKERAN-STOP DISKRIMINASI

Uskup Pertama Putra Asli Papua - Mgr. Yanuarius Teopilus Matopai You, Pr

Pemberkatan seusai Perayaan Ekaristi Kudus 12 Februaru 2023
Share:

Sabtu, 02 Juli 2022

OJEK INTAN JAYA: Melayani Jenazah

                                                            Foto Tukang Ojek Intan Jaya bersama Jenazah Pdt. Sepanus Tapani. foto: dok.istimewa

Adalah sesuatu yang patut dibanggakan, tukang ojek memboncengi mayat. Yang tampak pada foto di atas adalah seorang pengojek yang memboncengi jenazah Pdt. Sepanus Tapani asal Kabupaten Intan Jaya Papua. 

Sebelumnya jenazah tersebut dikirim dari Kabupaten Mimika, di Timika ke Bandara Udara Bilorai Sugapa. Dari Sugapa ke kampung halamannya bagian muara Intan Jaya dengan kendaraan roda dua. 

Hal yang patut dibanggakan atas kejadian tersebut ialah pengojek Intan Jaya mampu menguasai medan transportasi yang sangat jelek, namun bisa membawa jenazah menggunakan motor. Pengojek Intan Jaya mampu melayani orang yang hidup maupun yang sudah meninggal.

Kerja keras yang luar biasa.
Sugapa, 2022

Share:

Definition List

Unordered List

ESBATU Papua! Gubuk Berita | Opini | Hiburan | Kisah ...

Support

gridpost/Papua