![]() |
Puisi Cinta Tn. ESBATUPapua |
Dengarkanlah wahai, wanitaku!
Pernah aku perjuangkan cintamu.
Pernah aku rela berkorban demi sayangmu. Ku tak peduli 'siapa bilang apa'. Semesta berbicara lainpun, aku punya harapan akan kamu. Hanya ada kamu di benakku. Hujan kurasa teduh. Terik mentari kurasa sejuk. Gelap kira-kira siang. Itu semua hanya demi mendapatkan sedikit cinta darimu.
Tentu saja, tapi tentu saja perbaikan. Aku tak kau sedap pada bola mata mu. Aku bagai debu di telapak tanganmu. Kau bertepuk tangan dan akupun terjatuh.
Tentu aku sadar dan berkata, "Terimakasih!"
Kau tak sadar, jika itu benih cinta yang sedang kau taburi. Itupun hanya untuk dikenang, setelah bangkit dari tepukan tanganmu.
Kuharap, benih itu tak tumbuh jadi dusta.
Apakah kau tahu, jika benih itu tidak bertumbuh lebat? Kau akan berkata, "perjuangamu tanpa substansial!" Awal yang mengakhiri ketidakpercayaan kamu.
Intan Jaya, 2023







0 komentar:
Posting Komentar
Harap Berikan Komentar Yang Membangun Dan Wajar, Terima Kasih.